Utang Negara Capai Rp305 Triliun dalam Empat Bulan

Ilustrasi ekonomi.

Pemerintah mencatat penarikan utang baru sebesar Rp305,5 triliun hingga akhir April 2026 sebagai bagian dari strategi pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Penarikan utang tersebut dilakukan untuk menutup kebutuhan defisit fiskal sekaligus menjaga keberlanjutan berbagai program prioritas pemerintah sepanjang tahun berjalan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan realisasi pembiayaan melalui utang masih berjalan sesuai dengan perencanaan fiskal yang telah disusun pemerintah. Ia menegaskan kondisi APBN tetap terkendali meski kebutuhan pembiayaan negara cukup besar.

“Ini sesuai dengan rencana. Jadi pembiayaan terjaga dan terukur saya pikir,” ujar Purbaya, Kamis (21/5/2026).

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi penarikan utang hingga April 2026 telah mencapai 36,7 persen dari target pembiayaan utang sepanjang tahun yang dipatok sebesar Rp832,21 triliun. Pemerintah menilai capaian tersebut masih berada dalam koridor aman untuk menjaga stabilitas fiskal nasional.

Meski nominal utang yang ditarik cukup besar, angkanya tercatat sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada April 2025, pemerintah diketahui telah menarik utang baru sebesar Rp305,9 triliun.

Selain mengandalkan penerbitan surat utang, pemerintah juga memanfaatkan pembiayaan non utang untuk menopang kebutuhan APBN. Hingga akhir April 2026, realisasi pembiayaan non utang tercatat mencapai sekitar Rp7 triliun atau setara 4,9 persen dari target tahunan sebesar Rp143,1 triliun.

Dengan perkembangan tersebut, total realisasi pembiayaan anggaran pemerintah hingga April 2026 mencapai Rp298,5 triliun. Nilai tersebut merupakan hasil akumulasi pembiayaan utang yang telah dikurangi komponen pembiayaan non utang.

Sementara itu, realisasi pembiayaan anggaran untuk menutup defisit APBN telah mencapai 43,3 persen dari target defisit tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp689,1 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi periode yang sama pada tahun lalu yang tercatat sebesar Rp281,2 triliun.

Purbaya menegaskan pemerintah hingga kini tidak mengalami kendala berarti dalam menerbitkan surat utang di pasar keuangan. Menurutnya, kepercayaan investor terhadap pengelolaan fiskal Indonesia masih cukup kuat sehingga proses pembiayaan negara tetap berjalan lancar.

“Karena kita cukup kredibel, kita tidak ada kesulitan untuk menerbitkan surat utang. Kita akan jaga terus kredibilitas APBN kita,” katanya.

Tutup