Rupiah Tertekan Jelang Keputusan BI Rate Hari Ini
Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada awal perdagangan Rabu (19/8/2026). Pergerakan mata uang Garuda berlangsung tipis menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI).
Mengacu data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp17.863 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 1 poin atau sekitar 0,1 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini menjadi perhatian pasar karena BI dijadwalkan menyampaikan keputusan kebijakan moneternya pada Rabu siang.
RDG BI berlangsung selama dua hari, yakni 18-19 Agustus 2026. Keputusan yang dihasilkan dari pertemuan tersebut dinilai akan menjadi salah satu sentimen penting bagi pergerakan rupiah dalam perdagangan berikutnya.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan BI masih akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75 persen.
Menurut Ibrahim, perkiraan tersebut didasarkan pada langkah BI yang sebelumnya telah menaikkan suku bunga dengan total 75 basis poin sepanjang April hingga Juni 2026.
Selain keputusan mengenai suku bunga, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada arah kebijakan BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pasar juga akan mencermati pandangan bank sentral mengenai perkembangan inflasi domestik, kondisi likuiditas perbankan, serta prospek pertumbuhan kredit hingga penghujung tahun.
“Sikap dan panduan BI akan menjadi salah satu penentu arah Rupiah berikutnya di tengah ketidakpastian global, setelah fase stabilisasi yang cukup agresif selama beberapa bulan terakhir di bawah kepemimpinan Bapak Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia,” kata Ibrahim dalam risetnya.
Dengan demikian, keputusan RDG BI hari ini berpotensi menjadi katalis penting bagi pasar valuta asing. Investor akan mencermati tidak hanya besaran suku bunga, tetapi juga sinyal kebijakan BI terhadap stabilitas rupiah dan kondisi perekonomian nasional.



