IHSG Anjlok 38 Poin di Perdagangan Sesi I

Ilustrasi IHSG.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mampu keluar dari tekanan pada perdagangan Rabu (19/8/2026). Hingga penutupan sesi I, IHSG berada di zona merah setelah terkoreksi 0,60 persen.

Berdasarkan data perdagangan, IHSG turun 38,634 poin ke level 6.411,196. Pergerakan indeks sepanjang sesi pagi berlangsung cukup volatil dengan sempat menyentuh posisi tertinggi 6.490 dan terendah 6.373.

Tekanan pasar terlihat dari dominasi saham yang bergerak melemah. Sebanyak 361 saham turun, sedangkan 233 saham menguat dan 191 saham lainnya tidak mengalami perubahan.

Sejumlah sektor utama menjadi pemberat IHSG. Sektor energi mencatat koreksi paling dalam di antara sektor yang melemah, yakni 1,35 persen.

Penurunan juga terjadi pada sektor barang baku sebesar 0,86 persen, barang konsumen primer 0,72 persen, kesehatan 0,60 persen, transportasi dan logistik 0,55 persen, serta keuangan 0,52 persen.

Sektor teknologi terkoreksi 0,44 persen, barang konsumen siklikal turun 0,30 persen, sedangkan sektor perindustrian melemah 0,26 persen.

Di tengah tekanan tersebut, sektor properti dan real estat menjadi salah satu penahan laju penurunan IHSG. Indeks sektor tersebut menguat 1,51 persen, disusul sektor infrastruktur yang naik 0,82 persen.

Dari sisi transaksi, saham INET, KIJA, dan ISAT tercatat menjadi tiga emiten dengan nilai transaksi terbesar hingga jeda perdagangan.

Beberapa saham juga mengalami penurunan signifikan. Fast Food Indonesia (FAST) terkoreksi 74 poin atau 13,96 persen ke level 456. Asri Karya Lestari (ASLI) turun 22 poin atau 8,40 persen menjadi 240.

Sementara itu, Dana Brata Luhur (TEBE) melemah 135 poin atau 7,87 persen ke level 1.580. Krida Jaringan Nusantara (KJEN) juga terkoreksi 14 poin atau 7,82 persen menjadi 165.

Aktivitas perdagangan hingga sesi I mencatat 1.309.140 transaksi. Volume perdagangan mencapai 21,435 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp7,348 triliun.

Pelemahan IHSG turut diikuti sejumlah indeks utama. LQ45 turun 0,29 persen menjadi 629,172, sementara Jakarta Islamic Index (JII) terkoreksi 0,69 persen ke level 381,451.

IDX30 melemah 0,22 persen menjadi 351,706 dan MNC36 turun 0,29 persen ke posisi 272,124.

Berbeda dengan pasar saham, nilai tukar rupiah justru bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat. Mengacu data Bloomberg hingga pukul 12.00 WIB, rupiah naik 24 poin atau 0,13 persen ke level Rp17.838 per dolar AS.

Pergerakan pasar pada paruh kedua perdagangan akan menjadi perhatian investor untuk melihat apakah tekanan terhadap IHSG berlanjut hingga penutupan atau indeks mampu berbalik menguat.

Tutup