Ricuh! Kepala Desa Jatireja Cikarang Timur Ogah Temui Pemuda Setempat
terkenal.co.id – Viral! terjadi kericuhan antara Pemuda Karang Taruna Desa Jatireja dengan Kepala Dusun Satu Desa Jatireja pada hari Jum’at (27/9/2024) siang.
Kericuhan ini, berawal pihak pemerintah desa dan Karang Taruna cekcok adu mulut, hingga saling dorong dengan Kepala Dusun (Kadus) Satu Desa Jatireja.
Hal ini juga sebelumnya sering kali mempertanyakan penandatanganan surat rekomendasi Desa Jatireja yang ditandatanani Kepala Desa secara sepihak, sehingga menjadi sumber konflik.
Kemudian, Konflik ini pun mencuat terkait dugaan lalainya Kepala Desa Jatireja dalam menyikapi keinginan para pemuda Karang Taruna Desa Jatireja untuk komunikasi dengan Kepala Desa.
Dengan kehendak itu, Pemuda Karang Taruna setempat mengeluhkan bahwa Kades tersebut belum menemui pemuda Karang Taruna Desa Jatireja, dari sejak tanggal 20 September.
Salah satu satu contohnya, yang menonjol dalam perkara ini adalah ketika pemuda inisial (R) 36th yang hendak menanyakan Kepala Desa Jatireja, tidak mendapatkan tanda kehadiran dari Kades.
Kendati demikian, Alih-alih dapat bertemu dengan Kades, Kadus justru meminta warga R untuk keluar dari kantor Desa Jatireja sambil menarik paksa hingga terjadi aksi saling dorong disusul dengan percekcokan di antara kedua belah pihak.
“Apakah begini cara memperlakukan masyarakat yang ingin bertemu pimpinannya, kita ingin mengadu dan berkomunikasi dengan Kepala Desa (Jatireja_red) terkait surat rekomendasi yang di sampaikan ke PT. Sigma Rekayasa Prima,” ujar R saat di konfirmasi awak media.
Situasi semakin memanas ketika terjadi cekcok antara Pemuda dan Kadus, setelah terjadi perselisihan yang menyebabkan kericuhan, barulah membubarkan diri setelah di lerai oleh Sekretaris Desa Jatireja dan Babinsa AD Desa Jatireja.
Sementara itu, Deden Marsaleh, Sekertaris Desa Jatireja, membenarkan adanya kericuhan dikantor desa antara pemuda karang taruna dan pihak desa.
“Ya betul bang, tadi siang rekan-rekan pengurus Karang Taruan dan para pemuda sempat ricuh cuman dilerai pihak aparat. Mereka ingin bertemu kepala desa, cuman kepala desa gada dilokasi kantor. Meraka juga sempat dijanjiin,” singkatnya.





