Soal LPG 12 Kg, Bahlil: Itu Bukan untuk Masyarakat Miskin

Bahlil Lahadalia. Foto: Istimewa

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa LPG nonsubsidi, termasuk tabung 12 kilogram, memang diperuntukkan bagi kelompok masyarakat mampu. Pernyataan ini disampaikan merespons isu kenaikan harga LPG 12 kg yang belakangan menjadi perhatian publik.

Menurut Bahlil, skema kebijakan energi pemerintah dirancang dengan prinsip keadilan sosial, di mana bantuan negara diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kalau nonsubsidi itu untuk orang kaya atau untuk orang susah? Ya sudah, untuk orang mampu,” ujarnya pada Minggu (19/4).

Ia menekankan bahwa negara tetap hadir untuk seluruh lapisan masyarakat, namun memiliki prioritas dalam penyaluran subsidi. Dalam konteks ini, LPG subsidi 3 kilogram ditujukan khusus bagi masyarakat kurang mampu.

“Negara itu hadir untuk membantu semua rakyat, tetapi prioritasnya adalah saudara-saudara kita yang tidak mampu,” kata Bahlil.

Lebih lanjut, Bahlil memastikan bahwa harga LPG subsidi 3 kg tidak akan mengalami kenaikan. Kepastian tersebut, menurutnya, merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

“Kalau yang subsidi tetap. Saya hanya bisa menjamin harga subsidi karena itu adalah perintah Presiden,” tegasnya.

Ia juga menyinggung praktik penggunaan LPG subsidi oleh kelompok mampu yang dinilai tidak tepat sasaran. Bahlil menilai, subsidi energi harus benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak.

“Masa orang dengan pendapatan di atas Rp500 juta per bulan disuruh pakai LPG 3 kilo?,” ujarnya.

Tutup