Kasus Korupsi MBG Jadi Perhatian Media Asing

Dadan memakai rompi tahanan Kejagung RI. Ist

Polemik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini tak hanya menjadi perhatian publik di dalam negeri. Sejumlah media internasional turut menyoroti perkembangan terbaru program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut, terutama setelah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, dicopot dari jabatannya.

Pemberitaan media asing menyoroti berbagai persoalan yang membayangi pelaksanaan MBG, mulai dari dugaan korupsi dalam pengelolaan anggaran hingga kasus keracunan makanan yang terjadi di sejumlah daerah.

Kantor berita internasional AFP menjadi salah satu media yang mengangkat isu tersebut. Dalam laporannya, AFP menilai pencopotan Dadan sebagai langkah pemerintah setelah program MBG menghadapi berbagai kritik dan persoalan selama masa pelaksanaannya.

Media tersebut mengingatkan bahwa MBG merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo yang sejak awal dirancang untuk menjangkau puluhan juta penerima manfaat di seluruh Indonesia dengan dukungan anggaran yang sangat besar.

Sorotan serupa datang dari media Singapura, The Straits Times. Dalam laporannya, media itu menekankan bahwa pergantian pimpinan BGN dilakukan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program makan gratis nasional.

The Straits Times juga menyoroti meningkatnya kritik terhadap program tersebut setelah muncul kasus keracunan makanan dan dugaan penyimpangan dalam tata kelola anggaran. Meski demikian, pemerintah memastikan distribusi makanan kepada penerima manfaat tetap berjalan selama proses evaluasi berlangsung.

Tak hanya media Singapura, sejumlah media Malaysia seperti The Star dan New Straits Times (NST) turut memberitakan pergantian pimpinan BGN. Fokus pemberitaan mereka tidak hanya pada kasus yang menyeret program MBG, tetapi juga dampaknya terhadap tata kelola pemerintahan dan kondisi fiskal Indonesia.

Dalam laporannya, NST menilai MBG sebagai salah satu program sosial terbesar yang dijalankan pemerintahan Prabowo. Media tersebut juga menyoroti besarnya kebutuhan anggaran program yang menjadi perhatian investor dan pelaku pasar.

Perhatian media internasional terhadap kasus ini semakin besar setelah muncul laporan dugaan korupsi yang sebelumnya disampaikan Indonesia Corruption Watch (ICW). Selain itu, data mengenai ribuan kasus keracunan makanan yang dikaitkan dengan pelaksanaan program turut menjadi bahan pemberitaan berbagai media asing.

Pasca pencopotan Dadan Hindayana, posisi Kepala BGN untuk sementara diisi oleh Nanik Sudaryati Deyang. Pemerintah berharap langkah pergantian kepemimpinan tersebut dapat mempercepat pembenahan tata kelola sekaligus mengembalikan kepercayaan publik terhadap program MBG.

Ramainya pemberitaan di media internasional menunjukkan bahwa program MBG kini menjadi perhatian global. Selain menyangkut efektivitas program sosial berskala besar, dunia internasional juga menyoroti aspek transparansi anggaran, pengawasan, serta keamanan pangan dalam pelaksanaannya.

Tutup