Popularitas Anies Tinggi, Tapi Mesin Politik Dinilai Lemah

Anies Baswedan: Andra/terkenal.co.id

Nama Anies Baswedan dinilai masih memiliki magnet politik menjelang kontestasi Pemilihan Presiden 2029. Namun, di tengah tingginya tingkat popularitas sebagai figur nasional, mantan capres 2024 itu disebut masih menghadapi persoalan besar terkait kekuatan kendaraan politik.

Pengamat politik Adi Prayitno menilai Anies hingga kini masih kerap dipersepsikan sebagai representasi kelompok politik Islam moderat yang memiliki basis massa tersendiri. Faktor itu membuat namanya tetap diperhitungkan dalam peta politik nasional.

“Figur Anies Baswedan mungkin dianggap mewakili kelompok yang mewakili wajah kekuatan politik Islam,” ujar Adi melalui kanal YouTube miliknya, Selasa (26/5/2026).

Meski demikian, Adi menegaskan modal figur semata belum cukup untuk menghadapi pertarungan Pilpres mendatang. Menurutnya, tantangan utama Anies saat ini justru terletak pada absennya partai politik besar yang secara penuh menjadi kendaraan perjuangan politiknya.

“Per hari ini, Anies Baswedan kalau bicara kendaraan politiknya tidak ada,” lanjutnya.

Dalam pandangan Adi, harapan politik Anies kini banyak bertumpu pada perkembangan Partai Gerakan Rakyat yang sedang bertransformasi dari gerakan relawan menjadi partai politik resmi. Partai tersebut digadang-gadang menjadi rumah politik baru bagi para pendukung Anies.

Ia menilai jika Partai Gerakan Rakyat nantinya berhasil lolos verifikasi sebagai peserta Pemilu 2029, peluang untuk mengusung Anies sebagai calon presiden akan terbuka lebar.

“Kalau partai ini lolos sebagai peserta pemilu, bukan tidak mungkin akan mengusung Anies Baswedan menjadi salah satu capres di 2029,” kata Adi.

Namun demikian, Adi mengingatkan kekuatan partai baru tersebut belum bisa dibandingkan dengan partai-partai besar nasional yang telah memiliki jaringan politik mapan hingga ke daerah.

Menurutnya, partai-partai nasionalis besar memiliki keunggulan dari sisi struktur organisasi, pengalaman pemilu, sumber daya politik, hingga kemampuan mobilisasi massa yang jauh lebih kuat.

“Kalau bicara tentang kekuatan partainya, Partai Gerakan Rakyat tidak apple to apple dibandingkan dengan partai nasionalis yang sudah besar,” jelasnya.

Selain persoalan kendaraan politik, Adi juga menilai posisi elektoral Anies saat ini masih berada di bawah Prabowo Subianto. Status Prabowo sebagai presiden aktif dinilai membuat pengaruh politik dan tingkat keterkenalannya jauh lebih dominan di mata publik.

“Maka dari segi figur, popularitas, serta elektabilitas, tentu Anies Baswedan masih jauh di bawah Prabowo,” pungkasnya.

Meski begitu, dinamika politik menuju 2029 dinilai masih sangat cair. Kemunculan partai baru maupun perubahan konfigurasi koalisi politik disebut masih bisa mengubah peta persaingan nasional dalam beberapa tahun ke depan.

Tutup