Tasyi Athasyia Lapor Polisi

Tasyi Athasyia.

Selebgram Tasyi Athasyia kembali mengungkap persoalan yang melibatkan karyawan. Kali ini, saudari kembar Tasya Farasya tersebut mengaku mengalami dugaan pencurian sejumlah barang miliknya yang disebut berlangsung secara bertahap selama kurang lebih satu tahun.

Tasyi mengungkapkan, sejumlah barang bermerek miliknya diketahui hilang secara perlahan. Setelah dilakukan penelusuran dan ditemukan bukti transaksi yang diduga berkaitan dengan barang-barang tersebut, nilai kerugian yang disebut mencapai lebih dari Rp500 juta.

Persoalan itu akhirnya membuat Tasyi memilih membawa kasus tersebut ke pihak berwajib. Padahal, ia mengaku sempat mempertimbangkan untuk memberikan kesempatan dan memaafkan pihak yang diduga terlibat.

“DULU DI FITNAH DENGAN KEJI DAN HABIS-HABISAN SAMA KARYAWAN, SEKARANG DICURI LEBIH DARI 1/2 MILIAR,” tulis Tasyi melalui akun Instagram pribadinya @tasyiathasyia, dikutip Sabtu (8/8/2026).

Dalam unggahannya, Tasyi tidak hanya menceritakan dugaan kehilangan barang. Ia juga mengungkap pengalaman sebelumnya yang membuatnya membutuhkan waktu cukup lama untuk kembali membangun kepercayaan terhadap orang lain.

Menurut Tasyi, pengalaman beberapa tahun lalu ketika dirinya merasa menjadi korban fitnah dari karyawan membuatnya lebih berhati-hati dalam memberikan kepercayaan kepada orang lain.

“Butuh waktu lebih dari 3 tahun untuk aku bisa percaya lagi sama orang,” tulisnya.

Tasyi kemudian menceritakan bahwa karyawan yang kini diduga terlibat awalnya bergabung tanpa pengalaman kerja yang panjang. Ia mengaku memberikan sejumlah fasilitas dan perlakuan yang menurutnya cukup baik selama bekerja.

Karyawan tersebut, kata Tasyi, sebelumnya mendapatkan gaji sekitar Rp1 juta di tempat kerja lamanya. Setelah bergabung dengannya, gaji disebut dinaikkan hingga di atas upah minimum, ditambah bonus dan berbagai fasilitas.

“Dia masuk tanpa pengalaman, gajinya dulu cuma 1 juta di kantor yang lama, di sini aku naikin di atas UMR dan dibonusin, dijajanin, diajak jalan-jalan, dikasih ruangan fasilitas yang enak,” tulis Tasyi.

Namun, Tasyi mengaku kemudian mengetahui adanya dugaan pencurian barang-barang miliknya yang disebut telah berlangsung selama sekitar satu tahun.

“Taunya dia maling barang-barang aku dan udah dilakukan selama 1 tahun,” lanjutnya.

Tasyi menyebut temuan tersebut terungkap setelah adanya bukti transaksi yang kemudian ditelusuri. Ia mengklaim nilai barang yang hilang mencapai lebih dari setengah miliar rupiah.

Meski demikian, identitas karyawan yang disebut dalam unggahan tersebut belum diungkap secara terbuka. Begitu pula rincian barang maupun bukti transaksi yang dimaksud belum dijelaskan secara lengkap kepada publik.

Tasyi juga belum membeberkan secara rinci proses hukum yang telah ditempuh maupun laporan resmi terkait dugaan pencurian tersebut.

Hingga berita ini ditulis, seluruh pernyataan mengenai dugaan pencurian tersebut masih bersumber dari keterangan Tasyi. Pihak yang diduga terlibat memiliki hak untuk memberikan klarifikasi, sementara pembuktian mengenai dugaan tindak pidana tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum melalui proses hukum yang berlaku.

Berita Lainnya

Tutup