Ruben Onsu Buka Suara
Ruben Onsu kembali angkat bicara mengenai persoalan rumah tangganya yang belakangan menjadi perhatian publik. Di tengah berbagai opini dan spekulasi yang berkembang, Ruben menegaskan bahwa keinginannya sebenarnya sederhana, yakni dapat bertemu dan berinteraksi dengan anak-anaknya.
Ruben mengaku tidak ingin persoalan tersebut semakin melebar. Ia bahkan menegaskan bahwa dirinya tidak ingin memperdebatkan berbagai hal di luar inti persoalan yang sedang dihadapinya.
“Kalau itu mungkin bukan kapasitas saya untuk menjelaskan, tapi saya hanya bilang di sini koridornya saya mau ketemu anak. Udah itu aja,” ujar Ruben Onsu.
Ia juga menyinggung mengenai rumah yang disebut-sebut berkaitan dengan persoalan tersebut. Ruben memilih tidak memberikan penjelasan lebih jauh dan menyerahkan hal tersebut kepada pihak yang dianggap memiliki kapasitas untuk menjelaskannya.
Menurut Ruben, sejak awal dirinya tidak pernah membayangkan persoalan tersebut berkembang menjadi panjang dan menjadi konsumsi publik. Ia bahkan mengaku lelah karena harus berulang kali menjelaskan hal yang sama.
“Saya nggak berpikir sampai sepanjang ini. Jadi kalau ada yang bilang, ‘Lu makanya jangan berpanjang lagi’, ya nggak bisa. Justru ini kenapa akhirnya jadi meradang karena kebanyakan ini diam,” tuturnya.
Ruben menjelaskan, selama ini dirinya memang memilih untuk tidak banyak berbicara mengenai persoalan perceraian. Ia menganggap masalah rumah tangga merupakan bagian dari privasi dan aib keluarga yang sebaiknya tidak diumbar kepada publik.
“Kan coba deh teman-teman perhatiin. Jadi nyaman gue cerai, ada nggak gue mau ketemu kalian? Karena itu aib, nggak baik,” katanya.
Namun, sikap diam tersebut menurut Ruben tidak berarti dirinya tidak memiliki penjelasan. Ketika mulai mendapatkan pertanyaan dari media, ia memilih menjawab sesuai dengan hal yang ditanyakan.
“Jadi menurut gue ketika gue harus ketemu sama kalian, ya gue tanya, ya lo tanya, ya gue jawab,” sambungnya.
Ruben menegaskan bahwa dirinya tidak keberatan memberikan keterangan kepada media. Hanya saja, ia merasa perlu berbicara karena persoalan yang awalnya bersifat pribadi tersebut telah berkembang menjadi pembicaraan publik.
Ia juga menyinggung berbagai komentar dan opini yang muncul di media sosial. Ruben mengaku sudah terbiasa menghadapi tudingan maupun narasi yang mengaitkan berbagai persoalan dengan dirinya.
“Gue emang udah biasa kalau orang masuk rumah sakit, satu rumah sakit nggak ada gara-gara gue. Itu pasti nggak ada gara-gara gue. Ada orang keterlambatan pasti nggak ada gara-gara gue,” ucapnya.
Meski demikian, Ruben mengaku memiliki batas tertentu ketika persoalan pribadi mulai melibatkan atau dikomentari oleh pihak lain. Menurutnya, tidak semua hal yang berkembang di ruang publik perlu ditanggapi secara terbuka.
Di tengah polemik yang masih menjadi perhatian publik, Ruben kembali menekankan bahwa dirinya tidak ingin memperpanjang persoalan. Ia hanya berharap keinginannya untuk bertemu dengan anak-anak dapat dipahami tanpa harus memperlebar masalah keluarga ke ranah lainnya.



