IDXINFRA Jadi Penggerak IHSG, Naik 2,17 Persen

IHSG Ilustrasi

Sektor infrastruktur menjadi penggerak utama penguatan pasar saham domestik pada akhir perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (7/8/2026). Indeks sektoral IDXINFRA mencatat kenaikan paling tinggi dibandingkan sektor lainnya, sekaligus turut menopang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

IHSG mengakhiri perdagangan akhir pekan di level 6.409, atau menguat 1,04 persen. Penguatan tersebut berlangsung seiring mayoritas indeks sektoral yang mampu bertahan di zona hijau.

IDXINFRA memimpin penguatan dengan kenaikan 2,17 persen. Kinerja sektor ini ditopang oleh sejumlah saham berkapitalisasi besar, di antaranya BREN yang naik 2,03 persen ke level 3.510 dan TLKM yang menguat 2,26 persen ke posisi 2.710.

Penguatan sektor infrastruktur juga semakin terdorong oleh lonjakan sejumlah saham lainnya. KBLV tercatat melesat 24,6 persen, sedangkan ISAT menguat 14,2 persen pada perdagangan tersebut.

Selain infrastruktur, sejumlah sektor lain turut memberikan kontribusi terhadap penguatan bursa. Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) naik 1,63 persen, antara lain didorong penguatan ALKA yang mencapai batas Auto Rejection Atas (ARA) 9,8 persen serta GDST yang menguat 8,6 persen.

Sektor teknologi (IDXTECHNO) dan barang konsumen primer (IDXNONCYC) masing-masing tumbuh 1,25 persen. Penguatan IDXTECHNO ditopang antara lain oleh MCAS yang melesat hingga ARA 24,4 persen dan DMMX yang naik 9,9 persen. Sementara IDXNONCYC terdorong UDNG yang mencapai ARA 10 persen dan AGAR yang menguat hingga ARA 9,9 persen.

Sektor energi (IDXENERGY) juga mencatat penguatan sebesar 1,22 persen. Kenaikan tersebut ditopang TAMU yang mencapai ARA 9,5 persen dan COAL yang naik 8,7 persen.

Selanjutnya, sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) menguat 1,16 persen. Kinerja sektor ini antara lain didukung ROCK yang melonjak hingga ARA 25 persen dan RODA yang naik 12 persen.

Penguatan lebih terbatas terjadi pada sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) yang naik 0,37 persen, dengan LOPI mencapai ARA 10 persen dan TRUK menguat 7,5 persen.

Sektor industri (IDXINDUST) turut bergerak positif dengan kenaikan 0,34 persen. Penguatan tersebut antara lain ditopang VOKS yang melonjak hingga ARA 35 persen serta IKBI yang naik 6,6 persen.

Sementara itu, sektor keuangan (IDXFINANCE) naik 0,31 persen, didukung penguatan NICK sebesar 9,2 persen dan NOBU sebesar 7,1 persen. Sektor kesehatan (IDXHEALTH) menjadi sektor dengan penguatan paling tipis, yakni 0,11 persen, setelah saham MIKA naik 5,3 persen dan PYFA menguat 2,8 persen.

Di tengah penguatan mayoritas indeks sektoral, sektor barang konsumen nonprimer (IDXCYCLIC) menjadi satu-satunya sektor yang berakhir di zona merah. IDXCYCLIC terkoreksi 0,69 persen akibat tekanan pada sejumlah saham, termasuk PDES yang turun 11 persen dan VIVA yang merosot hingga batas Auto Rejection Bawah (ARB) sebesar 8,6 persen.

Dengan mayoritas sektor bergerak positif, kinerja perdagangan akhir pekan menunjukkan dominasi sentimen beli di sejumlah kelompok saham. Sektor infrastruktur menjadi sorotan utama setelah mencatatkan penguatan tertinggi dan ikut menopang IHSG menutup perdagangan di zona hijau.

Tutup