IHSG Masih Bertahan di Zona Hijau

Ilustrasi ekonomi.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan tren positif pada perdagangan sesi I, Senin (13/7/2026). Di tengah tekanan yang melanda mayoritas bursa saham Asia, indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) masih mampu ditutup di zona hijau meski penguatannya relatif terbatas.

IHSG naik 6,47 poin atau 0,11 persen ke level 5.930,83 setelah bergerak di kisaran 5.898 hingga 5.974 sepanjang perdagangan pagi.

Aktivitas transaksi di pasar saham terbilang cukup ramai. Berdasarkan data BEI, nilai transaksi mencapai sekitar Rp6 triliun dengan volume perdagangan 14,79 miliar saham yang berpindah tangan melalui 1,79 juta kali transaksi.

Meski IHSG menguat, pergerakan saham secara keseluruhan masih didominasi tekanan jual. Sebanyak 326 saham terkoreksi, 266 saham menguat, sementara 197 saham lainnya bergerak stagnan. Indeks saham unggulan LQ45 juga tercatat melemah tipis sebesar 0,07 persen.

Dari sisi sektoral, saham-saham barang baku menjadi motor utama penguatan dengan kenaikan 1,51 persen. Kinerja positif juga ditunjukkan sektor transportasi dan logistik yang naik 0,65 persen, diikuti sektor infrastruktur sebesar 0,64 persen, energi 0,42 persen, serta keuangan 0,37 persen.

Sebaliknya, tekanan masih membayangi sejumlah sektor. Indeks properti memimpin pelemahan dengan penurunan 0,37 persen, disusul sektor kesehatan 0,36 persen, perindustrian 0,29 persen, barang konsumsi primer 0,24 persen, dan teknologi yang turun 0,23 persen.

Kinerja IHSG tersebut berbanding terbalik dengan mayoritas bursa saham Asia yang bergerak di zona merah. Indeks Nikkei Jepang menjadi yang paling tertekan setelah merosot 2,23 persen, diikuti Shanghai Composite China yang turun 1,69 persen dan Straits Times Singapura yang melemah 0,27 persen. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong menjadi satu-satunya indeks regional yang ikut menguat tipis sebesar 0,07 persen.

Di jajaran saham dengan kenaikan tertinggi, PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) memimpin setelah melonjak 33,01 persen ke level Rp137. Posisi berikutnya ditempati PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA) yang melesat 27,10 persen menjadi Rp197 dan PT Trimitra Propertindo Tbk (LAND) yang naik 23,81 persen ke Rp78.

Selain itu, tiga emiten berhasil menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA), yakni PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) yang melompat 24,77 persen ke Rp272, PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) yang menguat 24,44 persen menjadi Rp555, serta PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) yang naik 24,04 persen ke level Rp645.

Di sisi lain, tekanan terdalam dialami PT Niramas Utama Tbk (JELI). Saham emiten tersebut merosot 14,72 persen ke level Rp1.275 hingga menyentuh batas Auto Reject Bawah (ARB), menjadikannya saham dengan pelemahan terbesar pada perdagangan sesi pertama.

Tutup