Festival Literasi Jogja Bidik Transaksi Buku di Atas Rp700 Juta

Suasan bazar buku dalam Festival Literasi Jogja 2026 di Grahatama Pustaka, Banguntapan, Bantul, DIY, Kamis (9/7/2026). (H. Husaini)

Festival Literasi Jogja 2026 tidak hanya menjadi ajang meningkatkan minat baca masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi industri perbukuan.

Selama lima hari penyelenggaraan di Perpustakaan Daerah Grhatama Pustaka Provinsi DIY, panitia membidik nilai transaksi penjualan buku melampaui capaian tahun lalu yang mencapai sekitar Rp700 juta.

Ketua IKAPI DIY, Wawan Arif, mengatakan optimisme tersebut didasarkan pada tingginya jumlah pengunjung yang diperkirakan mencapai sedikitnya 15 ribu orang selama festival berlangsung. 

Pada pameran buku sebelumnya, jumlah pengunjung rata-rata mencapai 3.000 hingga 5.000 orang setiap hari.

“Kami tentu berharap hasilnya lebih baik dari tahun lalu, bukan justru lebih sedikit,” ujar Wawan, Kamis (9/7/2026).

Menurutnya, besarnya potensi transaksi didukung oleh berbagai program promosi yang disiapkan para penerbit. 

Beragam potongan harga ditawarkan sehingga mendorong pengunjung membeli buku dalam jumlah lebih banyak.

“Tidak sedikit pengunjung yang akhirnya memborong buku karena ada promo dan diskon besar. Itu memang menjadi salah satu strategi agar pameran semakin ramai,” katanya.

Festival Literasi Jogja tahun ini diikuti 120 penerbit yang telah melalui proses seleksi. Selain penerbit dari Yogyakarta, sejumlah penerbit nasional juga turut ambil bagian untuk menghadirkan pilihan bacaan yang lebih beragam.

Selain bazar buku, festival turut diramaikan dengan bedah buku, workshop literasi, serta pertunjukan seni. 

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah DIY dan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) sebagai upaya memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan industri perbukuan. (H. Husaini)

Tutup