TVRI Buka Suara soal Hak Siar FIFA dan Mekanisme Pembayarannya

TVRI.

Televisi Republik Indonesia (TVRI) menegaskan bahwa proses perolehan hingga pengelolaan hak siar berbagai ajang FIFA dilakukan sesuai mekanisme hukum dan tata kelola yang berlaku. Penjelasan tersebut disampaikan menyusul berbagai perhatian publik terkait kerja sama antara TVRI dan FIFA dalam penyiaran turnamen sepak bola internasional.

Direktur Utama TVRI, Fiki Satari, mengatakan hak media yang dimiliki lembaganya tidak hanya mencakup satu turnamen, melainkan sejumlah kompetisi FIFA hingga tahun 2027. Kesepakatan tersebut tertuang dalam Media Rights Agreement yang ditandatangani pada Desember 2025.

“Hak media yang diperoleh TVRI mencakup beberapa event FIFA, termasuk Piala Dunia 2026, Piala Dunia U-17 2026, serta Piala Dunia Wanita 2027. Masa pemanfaatannya berlaku sejak 180 hari sebelum hingga 180 hari setelah masing-masing turnamen berakhir,” kata Fiki di Kantor Pusat TVRI, Senayan, Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa kerja sama tersebut berkaitan dengan hak penyiaran atau media rights, bukan hak untuk menyelenggarakan maupun mengelola kompetisi yang berada di bawah naungan FIFA. Dalam pelaksanaannya, TVRI memperoleh akses terhadap siaran resmi pertandingan yang disediakan langsung oleh FIFA.

Menurut Fiki, paket hak siar yang dimiliki TVRI meliputi hak penayangan dan distribusi sesuai ketentuan kontrak, akses terhadap feed resmi pertandingan, serta ruang distribusi melalui platform yang telah ditetapkan dalam kerja sama tersebut.

Menanggapi perbandingan nilai hak siar dengan negara lain yang sempat berkembang di ruang publik, Fiki menilai setiap negara memiliki karakteristik kerja sama yang berbeda. Perbedaan jumlah turnamen, cakupan platform distribusi, hingga model kerja sama membuat perbandingan nilai kontrak tidak dapat dilakukan secara sederhana.

“Setiap negara memiliki struktur hak siar yang berbeda-beda. Karena itu, jika ingin melakukan perbandingan, harus menggunakan data resmi yang tervalidasi dan dapat dikonfirmasi kepada FIFA maupun pihak yang berwenang,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa TVRI tidak dapat membuka seluruh detail perjanjian karena terdapat klausul kerahasiaan yang harus dipatuhi sebagaimana tercantum dalam kontrak kerja sama dengan FIFA.

“Kami memastikan seluruh informasi yang disampaikan kepada publik tetap memperhatikan batasan-batasan yang diatur dalam perjanjian. Ada ketentuan kerahasiaan yang wajib kami hormati,” katanya.

Terkait mekanisme pembayaran hak siar, Fiki memastikan seluruh proses telah dilaksanakan sesuai aturan dan prosedur yang berlaku. Proses tersebut mencakup kajian kebutuhan, pemeriksaan dokumen pendukung, koordinasi lintas unit, hingga pelaksanaan anggaran sesuai mekanisme keuangan negara.

“Berdasarkan laporan yang saya terima, pembayaran hak siar telah dilakukan sesuai kontrak dan ketentuan anggaran negara. Nilai yang dibayarkan kepada FIFA sesuai dengan nilai yang tercantum dalam kontrak kerja sama. Seluruh proses dijalankan dengan prinsip akuntabilitas, kepatuhan, dan tata kelola yang baik,” jelasnya.

Untuk distribusi siaran, TVRI hanya memiliki hak penyebaran di wilayah Indonesia sesuai ketentuan FIFA. Saat ini, siaran dapat diakses melalui televisi terestrial TVRI, layanan OTT resmi seperti Folaplay dan MAXStream, serta platform televisi satelit berlangganan yang menjadi mitra resmi.

“Melalui TVRI Nasional dan TVRI Sport, masyarakat dapat menikmati siaran secara gratis. Selain itu, tersedia pula pilihan akses melalui layanan OTT maupun DTH untuk memberikan fleksibilitas kepada pemirsa,” ujar Fiki.

Ia menambahkan, TVRI juga memiliki kewajiban menjaga keamanan distribusi siaran melalui berbagai sistem perlindungan teknis, termasuk pembatasan wilayah siaran dan pengamanan transmisi sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi FIFA.

Menutup keterangannya, Fiki mengapresiasi berbagai masukan dari masyarakat terkait penyiaran turnamen FIFA. Menurutnya, perhatian publik menjadi bagian penting dalam memastikan layanan siaran yang berkualitas dan dapat diakses secara luas oleh masyarakat Indonesia.

“Kami berharap masyarakat dapat menikmati seluruh rangkaian siaran Piala Dunia 2026 dengan nyaman dan merasakan kegembiraan dari perhelatan sepak bola terbesar di dunia tersebut,” pungkasnya.

Tutup