Hak Siar Piala Dunia 2026 TVRI Jadi Perbincangan Warganet
TVRI menjadi perbincangan di media sosial setelah muncul sejumlah unggahan yang mempertanyakan akses tayangan Piala Dunia FIFA 2026 melalui platform digital.
Sorotan tersebut muncul setelah beredarnya unggahan akun X yang menyinggung hak siar Piala Dunia 2026 yang dimiliki TVRI. Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa masyarakat masih harus berlangganan layanan tertentu untuk menyaksikan pertandingan melalui perangkat digital seperti ponsel, tablet, atau laptop.
Unggahan itu kemudian ramai dibahas warganet dan memicu berbagai tanggapan terkait skema distribusi siaran turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Salah satu akun media sosial yang membahas isu tersebut mempertanyakan mengapa akses melalui perangkat digital tidak sepenuhnya dapat dinikmati secara gratis, meskipun TVRI diketahui menjadi pemegang hak siar resmi Piala Dunia 2026 di Indonesia.
“Faktanya jika mau menonton lewat HP, tablet, laptop dan perangkat sejenis harus berlangganan platform tertentu,” tulis akun tersebut.
Pernyataan itu langsung memancing respons dari sejumlah pengguna media sosial yang meminta adanya penjelasan lebih rinci terkait mekanisme penayangan dan kerja sama distribusi siaran.
“Kalau memang ada kerja sama resmi, tinggal dijelaskan saja skemanya. Publik pasti lebih tenang jika informasinya terbuka,” tulis salah seorang warganet.
Komentar lain juga mempertanyakan model bisnis yang diterapkan pada distribusi tayangan digital, terutama terkait hubungan antara pemegang hak siar dengan platform streaming yang menayangkan pertandingan.
Sebelumnya, TVRI telah mengumumkan menjadi pemegang hak siar resmi Piala Dunia FIFA 2026 di Indonesia. Hak siar tersebut mencakup berbagai platform, mulai dari televisi, radio, layanan mobile, hingga internet.
TVRI juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra distribusi untuk memperluas jangkauan siaran agar pertandingan dapat diakses masyarakat di berbagai wilayah, termasuk daerah yang memiliki keterbatasan akses terhadap siaran digital terestrial.
Hingga isu tersebut ramai diperbincangkan, warganet masih menantikan penjelasan lebih lanjut mengenai mekanisme penayangan Piala Dunia 2026 pada platform digital serta perbedaan akses antara siaran televisi dan layanan streaming.




