BNN Latih Eks Petani Ganja di Aceh Jadi Petani Kopi

Kantor BNN.

Badan Narkotika Nasional (BNN) menyiapkan program pemberdayaan masyarakat di Aceh dengan mendorong warga yang sebelumnya menanam ganja untuk beralih ke komoditas pertanian yang lebih produktif dan legal, salah satunya kopi.

Kepala BNN, Suyudi Ario Seto, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menekan praktik budidaya tanaman terlarang sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan yang selama ini masuk kategori rawan narkotika.

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga dengan memberikan alternatif mata pencaharian yang memiliki nilai ekonomi dan berkelanjutan.

“Seperti di Aceh misalnya, masyarakat yang sebelumnya menanam ganja kami latih untuk menjadi petani kopi yang lebih produktif dan memiliki penghasilan yang lebih baik,” ujar Suyudi dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI, Rabu (17/6/2026).

Ia menjelaskan, program tersebut masuk dalam rencana pemberdayaan masyarakat yang diusulkan dalam tambahan anggaran BNN tahun 2027.

Melalui program itu, masyarakat akan mendapatkan pendampingan dan pelatihan agar mampu mengembangkan usaha pertanian yang sah sekaligus memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan.

Suyudi menuturkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Grand Design Alternative Development (GDAD), yakni program pengembangan ekonomi alternatif yang dirancang untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap tanaman yang berkaitan dengan peredaran narkotika.

“Melalui GDAD, masyarakat didorong untuk mengembangkan komoditas yang memiliki nilai ekonomi sehingga dapat menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan,” katanya.

Tutup