Partai Ummat Sayangkan Pernyataan Amien Rais

Partai Ummat

Polemik pernyataan Amien Rais terkait Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya terus bergulir. Kali ini, klarifikasi datang dari internal Partai Ummat yang menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak mewakili sikap partai.

Ketua DPP Partai Ummat, Aznur Syamsu, menyatakan bahwa apa yang disampaikan Amien Rais merupakan pandangan pribadi. Ia menegaskan partai tidak memiliki keterkaitan dengan isi pernyataan tersebut.

“Itu pernyataan pribadi Pak Amien, tidak ada kaitannya dengan Partai Ummat,” ujar Aznur, Sabtu (2/5/2026).

Meski menyebut sebagai pandangan personal, Aznur mengaku pihaknya menyayangkan pernyataan yang dilontarkan Amien Rais. Ia menilai pernyataan tersebut tidak mencerminkan sikap yang seharusnya disampaikan oleh seorang tokoh publik.

“Kami dari Partai Ummat menyayangkan pernyataan seperti itu dari Pak Amien Rais, apalagi beliau seorang tokoh, paling tidak pernah menjadi tokoh,” katanya.

Lebih lanjut, Aznur menilai isu yang disampaikan tidak relevan dengan kepentingan bangsa dan negara saat ini. Ia bahkan menyebut pernyataan tersebut telah melampaui batas.

“Tidak ada kaitan dengan persoalan bangsa dan negara saat ini. Pak Amien Rais offside,” tegasnya.

Di tengah polemik yang berkembang, respons juga datang dari kelompok relawan pendukung Presiden Prabowo. Arus Bawah Prabowo (ABP) menyatakan keberatan atas pernyataan yang dinilai menyerang pribadi kepala negara dan pejabat kabinet.

Ketua DPP ABP, Supriyanto, menyebut pernyataan Amien Rais sebagai bentuk serangan personal yang tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan publik.

“Ucapan Amien Rais bentuk serangan personal yang serampangan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan langkah hukum atas pernyataan tersebut. Menurutnya, tudingan yang dilontarkan telah merusak nama baik pihak yang disebutkan.

“Ini bukan lagi kritik, melainkan tuduhan keji tanpa dasar yang dipaksakan menjadi seolah-olah kebenaran,” tambahnya.

Hingga kini, polemik pernyataan Amien Rais masih menjadi perbincangan publik. Sejumlah pihak mendorong agar diskursus di ruang publik tetap mengedepankan etika, fakta, serta tidak menyentuh ranah pribadi tanpa dasar yang jelas.

Berita Lainnya

Tutup