Trump Syaratkan Iran Hentikan Nuklir
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran sangat bergantung pada komitmen negara tersebut untuk membatasi program nuklirnya. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Gedung Putih, Rabu (29/4) waktu setempat.
Dalam keterangannya, Trump menekankan bahwa isu kepemilikan senjata nuklir menjadi garis merah dalam setiap upaya diplomasi antara kedua negara. Ia menyebut tidak akan ada kompromi jika Iran tetap melanjutkan ambisi nuklirnya.
“Tidak akan pernah ada kesepakatan kecuali mereka setuju bahwa tidak akan ada senjata nuklir,” ujar Trump di hadapan awak media.
Selain itu, Trump juga menyinggung posisi militer Amerika Serikat yang menurutnya jauh lebih unggul dibandingkan Iran. Ia mengklaim Washington saat ini berada dalam posisi dominan.
“Secara militer, kita telah melenyapkan mereka. Mereka tidak memiliki kekuatan militer lagi. Semua angkatan laut berada di dasar laut,” klaimnya.
Trump juga menyebut kemampuan udara Iran telah melemah secara signifikan. Ia bahkan menilai Iran tidak lagi memiliki kekuatan untuk menghadapi tekanan militer dari Amerika Serikat.
“Angkatan udara mereka tidak akan pernah terbang lagi. Sedangkan kami memiliki militer yang luar biasa,” lanjutnya.
Meski melontarkan pernyataan keras, Trump tetap membuka peluang tercapainya kesepakatan apabila Iran bersedia memenuhi tuntutan yang diajukan, khususnya terkait penghentian pengembangan senjata nuklir.
Pernyataan tersebut muncul di tengah ketegangan yang masih berlangsung antara kedua negara, meskipun sebelumnya telah ada upaya meredakan konflik melalui kesepakatan gencatan senjata.
Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai kelanjutan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran. Kedua pihak masih berada dalam posisi yang saling menekan terkait syarat-syarat kesepakatan.




