Kemenkes Mulai Vaksin HPV untuk Anak Laki-laki di Tiga Provinsi
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai memperluas sasaran vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) dengan menyertakan anak laki-laki dalam program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) pada Agustus 2026.
Program tersebut untuk tahap awal diterapkan di tiga provinsi, yakni DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Bali. Pemerintah selanjutnya berencana memperluas cakupan vaksinasi secara bertahap hingga diterapkan secara nasional pada 2029.
Direktur Imunisasi Kemenkes, Indri Yogyaswari, menjelaskan pemberian vaksin HPV kepada anak laki-laki merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk menekan penularan virus HPV sekaligus mendukung upaya eliminasi kanker leher rahim pada perempuan.
Menurut Indri, kebijakan tersebut tidak terlepas dari tingginya keterkaitan infeksi HPV dengan kasus kanker leher rahim. Kemenkes mencatat sekitar 99 persen kasus kanker leher rahim berkaitan dengan infeksi HPV.
“Jadi memang untuk yang HPV boys ini tidak ada syaratnya, syaratnya adalah cakupan HPV pada anak-anak perempuan di wilayah tersebut sudah 90 persen,” ujar Indri, Selasa (4/8/2026).
Dalam tahap awal pelaksanaan, vaksin HPV menyasar anak laki-laki kelas 5 sekolah dasar di tiga provinsi yang telah ditetapkan. Pemberian vaksin dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan BIAS yang berlangsung pada Agustus 2026.
Kemenkes juga tetap melanjutkan vaksinasi HPV bagi anak perempuan kelas 5 SD atau sederajat. Program tersebut menjadi bagian dari strategi pencegahan penyakit yang berkaitan dengan infeksi HPV sejak usia sekolah.
Pemerintah menetapkan cakupan vaksinasi HPV pada anak perempuan sebagai salah satu pertimbangan sebelum vaksinasi kepada anak laki-laki diperluas di suatu wilayah. Program HPV untuk anak laki-laki dapat dilakukan apabila cakupan vaksinasi HPV anak perempuan di wilayah tersebut telah mencapai sedikitnya 90 persen.
Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah mulai mengembangkan pendekatan pencegahan HPV yang tidak hanya menyasar perempuan sebagai kelompok yang berisiko mengalami kanker leher rahim, tetapi juga melibatkan laki-laki dalam upaya memutus rantai penularan virus.
Pelaksanaan secara bertahap diharapkan dapat menjadi dasar evaluasi sebelum program diperluas ke lebih banyak daerah. Pemerintah menargetkan vaksinasi HPV bagi anak laki-laki dapat diterapkan secara nasional pada 2029.
Melalui perluasan sasaran imunisasi ini, Kemenkes mendorong pencegahan infeksi HPV sejak usia sekolah sekaligus memperkuat strategi eliminasi kanker leher rahim sebagai salah satu agenda kesehatan masyarakat.




