Rizky Billar Beri Ultimatum
Aktor sekaligus presenter Rizky Billar mengungkap adanya dugaan penggelapan dana yang disebut merupakan hak milik putranya, Muhammad Levian Al-Fatih Billar atau yang akrab disapa Abang L. Billar menyebut pihak yang diduga terlibat merupakan seseorang yang memiliki hubungan dekat dengan keluarganya.
Pernyataan itu disampaikan Billar saat ditemui awak media di kawasan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2026). Meski mengaku kecewa, ia mengatakan masih membuka ruang penyelesaian secara kekeluargaan sebelum membawa persoalan tersebut ke jalur hukum.
“Kita tunggu saja itikad baiknya. Kalau memang tidak ada tindakan penyelesaian, ya mau tidak mau kita harus bikin laporan,” ujar Rizky Billar.
Menurut Billar, dugaan penyimpangan tersebut baru diketahui keluarganya setelah dilakukan penelusuran terhadap sejumlah kerja sama yang berkaitan dengan putranya. Ia mengaku terkejut karena persoalan itu diduga telah berlangsung cukup lama tanpa sepengetahuan keluarga.
“Kita baru tahu. Ternyata ini sudah lama disembunyikan. Baru sekarang kita ketahui,” ungkapnya.
Billar menjelaskan bahwa pihak yang diduga terlibat telah menghubungi keluarganya dan menyampaikan keinginan untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara damai. Hingga kini, proses komunikasi disebut masih berlangsung.
“Yang bersangkutan sudah mencoba menghubungi dan mencoba menyelesaikan. Kita tunggu saja nanti hasilnya,” katanya.
Selain dugaan penggelapan dana, beredar pula informasi yang menyebut pihak tersebut diduga tidak bertindak sendiri. Muncul dugaan adanya kerja sama dengan pemilik salah satu merek (brand) dalam pengelolaan hak-hak komersial Abang L. Namun, hingga kini informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya karena belum disertai bukti maupun pernyataan resmi dari pihak-pihak yang disebut.
Billar sendiri memilih belum mengungkap identitas orang yang diduga terlibat maupun nama brand yang dikaitkan dalam persoalan tersebut. Ia menegaskan masih mengedepankan penyelesaian secara baik-baik sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
Saat ditanya mengenai besarnya kerugian yang dialami, Billar tidak bersedia menyebut angka pasti. Namun, ia memastikan nominalnya cukup besar sehingga persoalan tersebut tidak dapat dianggap sepele.
“Nilainya memang tidak sedikit,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa keluarganya telah memberikan waktu selama beberapa bulan kepada pihak yang diduga terlibat untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
“Sudah berbulan-bulan kok,” ucap Billar.
Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan resmi yang didaftarkan ke kepolisian. Rizky Billar menyatakan akan mempertimbangkan langkah hukum apabila upaya penyelesaian secara kekeluargaan tidak membuahkan hasil.
Sementara itu, pihak yang diduga terlibat maupun pihak pemilik brand yang disebut dalam informasi yang beredar belum memberikan tanggapan resmi. Oleh karena itu, seluruh informasi tersebut masih berupa dugaan dan belum dapat dianggap sebagai fakta hukum. Penentuan ada atau tidaknya tindak pidana sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum melalui proses penyelidikan, penyidikan, hingga putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.



