Ketua KNPI Kota Bekasi Dorong HMI FAI Wujudkan Aksi Nyata ke Masyarakat
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi sekaligus Ketua KNPI Kota Bekasi, Adelia, mendorong Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Agama Islam (FAI) Cabang Bekasi menjadikan simposium dan pelantikan pengurus sebagai momentum untuk memperkuat peran mahasiswa dalam menjawab persoalan masyarakat.
Adelia menilai, forum intelektual seperti simposium harus mampu melahirkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan publik. Sementara itu, pelantikan pengurus bukan sekadar agenda seremonial, melainkan awal dari tanggung jawab untuk menjalankan program organisasi dan memberikan kontribusi nyata.
“Simposium harus menjadi ruang lahirnya gagasan, sementara pelantikan harus menjadi awal dari kerja nyata. Kader mahasiswa tidak cukup hanya memiliki idealisme, tetapi juga harus mampu menerjemahkan gagasan menjadi kontribusi yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Adelia.
Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi penting dalam membangun kesadaran kritis terhadap berbagai persoalan sosial, pendidikan, dan kebangsaan. Karena itu, kader HMI perlu memperkuat kapasitas intelektual, menjaga integritas, serta mengembangkan kepedulian terhadap kondisi masyarakat.
“Organisasi mahasiswa jangan hanya menjadi tempat berdiskusi, tetapi juga ruang untuk belajar memimpin, membangun solidaritas, dan mengabdi. Gagasan yang baik harus diikuti dengan program yang terarah agar manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Adelia juga menekankan pentingnya penguatan kaderisasi dalam kepengurusan HMI. Proses tersebut dinilai perlu menjadi fondasi untuk membentuk generasi muda yang mampu berpikir kritis, bertanggung jawab, dan memiliki komitmen terhadap kepentingan umat serta bangsa.
Dalam momentum pelantikan tersebut, kepemimpinan Rafli sebagai Ketua HMI Komisariat FAI Cabang Bekasi diharapkan mampu membawa semangat baru bagi organisasi. Pengurus baru dituntut menjaga kesinambungan kaderisasi, membangun budaya intelektual, serta menghadirkan program yang menjawab kebutuhan mahasiswa dan masyarakat.
“Kepengurusan baru harus mampu menjaga nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan, sekaligus terbuka terhadap perubahan. Tantangan generasi muda semakin beragam, sehingga organisasi perlu menghadirkan program yang progresif, inklusif, dan memiliki dampak nyata,” tutur Adelia.
Sebagai Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi sekaligus Ketua KNPI Kota Bekasi, Adelia turut menyoroti pentingnya kolaborasi antara organisasi mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan pemangku kepentingan lainnya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, sinergi antarlembaga dapat membuka ruang yang lebih luas bagi pemuda untuk terlibat dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan pembangunan daerah. Keterlibatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan sekaligus memahami persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Pemuda harus diberi ruang untuk menyampaikan gagasan sekaligus kesempatan untuk membuktikan kemampuannya melalui kerja nyata. Kolaborasi menjadi penting agar potensi mahasiswa dan organisasi kepemudaan dapat berkembang serta memberikan manfaat bagi Kota Bekasi,” ujarnya.
Adelia berharap, simposium dan pelantikan pengurus HMI Komisariat FAI Cabang Bekasi menjadi titik awal bagi organisasi untuk memperkuat peran intelektual dan pengabdian sosial. Ia menilai keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi juga dari kualitas kader dan manfaat program yang dijalankan.
“Ukuran keberhasilan organisasi bukan hanya seberapa banyak kegiatan yang diselenggarakan, melainkan sejauh mana kegiatan tersebut membentuk kader yang berintegritas dan menghasilkan perubahan positif. Saya berharap HMI terus melahirkan pemimpin muda yang kritis, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat,” tutup Adelia.




