Candaan Prabowo soal Reshuffle Zulhas Jadi Perhatian
Desakan agar Presiden RI Prabowo Subianto melakukan evaluasi terhadap jajaran kabinet mulai menguat di tengah sorotan terhadap kondisi pangan nasional. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas menjadi salah satu figur yang kini mendapat kritik terkait efektivitas penanganan persoalan kebutuhan pokok masyarakat.
Ketua Umum Gerakan Muda Nasional (Gema Nasional), Eko Saputra, menilai situasi pangan nasional membutuhkan langkah cepat, konkret, dan terukur. Namun hingga saat ini, menurutnya, belum terlihat kebijakan besar yang mampu menstabilkan harga maupun memperbaiki distribusi bahan pokok di berbagai daerah.
“Ketika harga kebutuhan pokok terus menekan masyarakat, pemerintah membutuhkan pemimpin yang benar-benar hadir dengan solusi. Jangan sampai jabatan strategis justru kehilangan arah di tengah situasi yang sensitif,” kata Eko kepada media di Jakarta.
Ia menegaskan persoalan pangan tidak bisa dipandang sekadar urusan teknis administratif. Menurutnya, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok berkaitan langsung dengan ketahanan sosial, daya beli masyarakat, hingga tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Eko menilai Presiden Prabowo Subianto perlu melakukan evaluasi serius terhadap kinerja para menteri di kabinet. Jika ada pejabat yang dinilai gagal menjawab tantangan krisis pangan, maka reshuffle dianggap sebagai langkah yang wajar untuk dilakukan.
“Mempertahankan pejabat yang tidak mampu bekerja efektif hanya akan menjadi beban politik bagi pemerintah sendiri,” ujarnya.
Menurut dia, lemahnya koordinasi lintas sektor dalam pengelolaan pangan menunjukkan belum optimalnya kepemimpinan di level kementerian koordinator. Jika kondisi tersebut terus dibiarkan, persoalan pangan dikhawatirkan semakin sulit dikendalikan.
Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat saat ini menaruh harapan besar agar pemerintah lebih fokus menyelesaikan persoalan riil dibanding sekadar menjaga stabilitas politik elite. Karena itu, kabinet disebut harus diisi figur yang mampu bekerja di bawah tekanan dan berpihak pada kepentingan rakyat.
“Jangan sampai loyalitas politik justru mengalahkan kepentingan masyarakat yang sedang menghadapi tekanan ekonomi,” tegasnya.
Gema Nasional mendukung penuh langkah Presiden apabila ingin melakukan penyegaran kabinet demi memperkuat efektivitas pemerintahan. Menurut mereka, reshuffle seharusnya menjadi momentum memperbaiki kualitas kerja pemerintah, bukan sekadar rotasi jabatan tanpa arah yang jelas.
Sorotan terhadap Zulhas sebelumnya juga sempat muncul saat Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu, 23 Mei 2026. Dalam kesempatan itu, Prabowo sempat melontarkan candaan soal reshuffle setelah Zulhas keliru menyebut nama desa lokasi acara.
“Ini Menko tadi salah nama, perlu direshuffle enggak kira-kira?” ujar Prabowo yang langsung disambut gelak tawa warga.




