Cabai Rawit Merah Turun Tajam ke Rp66.750 per Kg

Warga membeli cabai kering saat gelaran pasar murah program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Jalan Arjuna, Kota Bandung, Jawa Barat. (terkenal.co.id/Muhammad Noer Hikam)

Mayoritas harga bahan pangan di tingkat pedagang eceran nasional mengalami penurunan pada Senin (29/6). Komoditas cabai menjadi penyumbang penurunan terbesar, dengan harga cabai rawit merah merosot lebih dari 8 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga cabai rawit merah turun 8,31 persen menjadi Rp66.750 per kilogram. Penurunan juga terjadi pada cabai merah besar yang melemah 5,81 persen ke level Rp51.900 per kilogram dan cabai merah keriting yang turun 5,18 persen menjadi Rp52.150 per kilogram.

Tren pelemahan turut terjadi pada komoditas hortikultura lainnya. Harga bawang merah tercatat turun 4,29 persen menjadi Rp50.250 per kilogram.

Sementara itu, harga sejumlah sumber protein juga bergerak lebih rendah. Daging ayam ras turun 4,18 persen menjadi Rp35.550 per kilogram, sedangkan telur ayam melemah 3,51 persen menjadi Rp28.850 per kilogram.

Di kelompok beras, pergerakan harga cenderung bervariasi. Beras kualitas super I turun 0,57 persen menjadi Rp17.450 per kilogram. Sebaliknya, beras kualitas bawah I justru naik 3,41 persen menjadi Rp15.150 per kilogram.

Harga daging sapi juga menunjukkan tren penurunan. Daging sapi kualitas I turun 1,07 persen menjadi Rp147.900 per kilogram, sedangkan kualitas II terkoreksi tipis 0,21 persen ke level Rp140.200 per kilogram.

Komoditas gula pasir dan minyak goreng ikut mengalami koreksi. Harga gula pasir premium turun 1,97 persen menjadi Rp19.900 per kilogram, sementara gula pasir lokal melemah 1,57 persen menjadi Rp18.800 per kilogram.

Adapun minyak goreng curah turun tipis 0,24 persen menjadi Rp20.550 per kilogram. Sementara minyak goreng kemasan bermerek I terkoreksi 2,06 persen menjadi Rp23.750 per kilogram.

Secara umum, data PIHPS menunjukkan sebagian besar harga bahan pangan pada awal pekan bergerak melemah. Penurunan paling tajam masih terjadi pada kelompok cabai, sementara sejumlah komoditas pokok lainnya juga mengalami koreksi meski dengan besaran yang lebih terbatas.

Tutup