PDIP soal Aksi Jokowi: Itu Kepala Kerbau, Bukan Banteng
DPP PDI Perjuangan (PDIP) memilih tidak memberikan tanggapan lebih jauh terkait aksi mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menginjak kepala kerbau saat menghadiri prosesi adat di Lampung.
Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun menilai peristiwa tersebut tidak memiliki kaitan dengan partainya. Menurutnya, objek yang diinjak merupakan kepala kerbau, bukan kepala banteng yang menjadi lambang PDIP.
“Oh tidak apa-apa, kita kan bukan kepala kerbau, kita kepala banteng. Jadi tidak ada kaitannya itu. Yang bisa menjelaskan urusan injak-menginjak itu kan Pak Jokowi sendiri,” kata Komarudin kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/6).
Komarudin juga menegaskan bahwa Jokowi sudah bukan bagian dari PDIP. Karena itu, ia menilai seluruh aktivitas politik maupun nonpolitik yang dilakukan mantan kader partainya tersebut tidak lagi menjadi ranah PDIP untuk memberikan komentar.
“Bagi saya, Jokowi itu masa lalu PDI Perjuangan. Jadi apa pun aktivitas beliau, saya tidak mau menanggapi karena bukan lagi bagian dari partai,” ujarnya.
Menurut Komarudin, tidak ada alasan bagi PDIP untuk merespons polemik yang berkembang terkait aksi tersebut. Ia kembali menekankan bahwa peristiwa itu tidak berkaitan dengan simbol partainya.
“Tapi kalau menyangkut kepala, ya kepala menginjak kepala kerbau, ya itu kan kerbau, bukan sapi. Jadi tidak perlu orang PDI Perjuangan menanggapi urusan itu,” katanya.
Saat ditanya apakah sikap tersebut diambil karena yang diinjak bukan kepala banteng, Komarudin kembali menegaskan hal itu bukan persoalan bagi PDIP.
“Bukan banteng. Kecuali yang diinjak kepala banteng, pasti kita berurusan,” ucapnya.
Pernyataan Komarudin tersebut menegaskan posisi PDIP yang memilih tidak terlibat dalam polemik terkait prosesi adat yang dihadiri Jokowi. Partai berlambang banteng itu menilai peristiwa tersebut merupakan urusan pribadi Jokowi dan tidak memiliki hubungan dengan PDIP.



