Penurunan tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto berdasarkan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) memunculkan beragam analisis politik. Salah satunya datang dari pengamat politik Rocky Gerung yang menilai penurunan tersebut tidak hanya berdampak pada citra Presiden, tetapi juga menyeret posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai bagian dari pasangan yang memenangkan Pilpres 2024.
Menurut Rocky, dalam sistem pemerintahan hasil pemilihan langsung, presiden dan wakil presiden merupakan satu kesatuan politik. Karena itu, setiap perubahan persepsi publik terhadap kepala negara dinilai akan berpengaruh terhadap penilaian masyarakat terhadap wakil presiden.
Dalam tayangan di kanal YouTube Hendri Satrio, Jumat (31/7/2026), Rocky menyoroti hasil survei SMRC yang menunjukkan tingkat kepuasan terhadap Prabowo turun dari 81,2 persen pada November 2025 menjadi 51,1 persen pada survei yang dilakukan 5–19 Juli 2026.
Ia berpendapat, penurunan tersebut semestinya juga dibaca sebagai indikator terhadap posisi politik Gibran yang selama ini menjadi bagian dari pemerintahan.
“Kalau melihat surveinya turun jauh dari 81 ke 51 persen. Tapi kalau kita balik, negative impression terhadap Prabowo itu berakibat apa pada wakil presidennya? Kalau Prabowo tinggal 50 persen, itu artinya Gibran tinggal 2 persen. Kan dia satu paket,” ujar Rocky.
Rocky juga menilai posisi Gibran masih berpotensi menjadi bahan perdebatan politik, terutama terkait proses yang mengantarkannya menjadi calon wakil presiden pada Pilpres 2024. Menurutnya, isu tersebut masih dapat kembali mencuat apabila berkembang di ranah politik maupun parlemen.
“Gibran secara konstitusi masih bisa dipersoalkan asal-usul dari kehadiran dia sebagai wapres. Kalau dimulai di DPR dan diproses, itu pasti akan naik lagi dampaknya kepada presiden,” katanya.
Selain itu, Rocky menilai publik mulai mempertanyakan sejauh mana kontribusi wakil presiden dalam jalannya pemerintahan. Ia menyebut muncul persepsi bahwa Presiden Prabowo lebih banyak tampil sendiri dalam menjalankan agenda pemerintahan.
“Karena orang merasa presiden sendirian. Wapresnya ngapain di situ? Itu yang masih diterangkan,” ucapnya.
Pernyataan Rocky merupakan pandangan pribadi sebagai pengamat politik. Sementara itu, hasil survei SMRC hanya menggambarkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden pada periode survei 5–19 Juli 2026 dan tidak mengukur secara khusus tingkat kepuasan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Istana maupun Wakil Presiden terkait pernyataan tersebut.