IHSG Gagal Bertahan di Zona Hijau, Saham Perbankan Kompak Turun
Pergerakan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi beban utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I, Senin (29/6). Tekanan jual di sektor keuangan membuat IHSG yang sempat menguat akhirnya berbalik melemah.
Pada penutupan sesi I, IHSG terkoreksi 57,18 poin atau 0,97 persen ke level 5.838,949. Pelemahan juga terjadi pada indeks LQ45 yang turun 6,86 poin atau 1,18 persen ke posisi 576,859.
Sektor keuangan menjadi penyumbang terbesar koreksi dengan penurunan mencapai 1,58 persen. Saham-saham perbankan papan atas seperti BBCA, BBNI, BBRI, BMRI, BRIS, AGRO, hingga BBTN kompak berada di zona merah dan menekan laju indeks.
Di jajaran LQ45, BBCA masuk dalam kelompok saham dengan pelemahan terdalam bersama ESSA, PGAS, AMRT, EXCL, BRPT, dan INCO.
Meski mayoritas sektor melemah, sektor kesehatan mampu bertahan sebagai satu-satunya sektor yang ditutup di zona hijau dengan kenaikan 0,19 persen. Penguatan ditopang oleh saham SILO, MERK, PRDA, KLBF, dan SIDO.
Sementara itu, saham-saham yang menjadi penopang indeks LQ45 di antaranya UNVR, ICBP, ANTM, EMTK, CUAN, MBMA, dan ADMR.
Aktivitas perdagangan hingga penutupan sesi I berlangsung cukup ramai. Bursa mencatat frekuensi transaksi mencapai 683.717 kali dengan volume perdagangan sebesar 7,51 miliar saham atau setara 75,1 juta lot. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp4,026 triliun.
Secara keseluruhan, tekanan jual masih mendominasi pasar. Sebanyak 378 saham ditutup melemah, sementara 244 saham menguat dan 183 saham lainnya bergerak stagnan.
Di pasar reguler, PT Pelayaran Nasional Bina Buana Tbk (BBRM) menjadi saham dengan pelemahan terdalam setelah anjlok 14,84 persen ke level 109. Disusul PT First Media Tbk (KBLV) yang turun 10,64 persen ke level 84, PT Blue Bird Tbk (BIRD) yang merosot 10,39 persen ke level 1.510, UNTD yang melemah 7,69 persen ke level 72, serta BAPA yang turun 7,56 persen ke posisi 220.
Berbeda dengan pasar saham, nilai tukar rupiah justru menunjukkan penguatan. Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 12.00 WIB, rupiah terapresiasi 63 poin atau sekitar 0,35 persen ke level Rp17.859 per dolar Amerika Serikat, memberikan sentimen positif di tengah tekanan yang masih membayangi pasar ekuitas.



