BGN Jelaskan Fungsi Motor Listrik MBG
Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan penjelasan terkait polemik pengadaan ribuan sepeda motor listrik dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan menuai sorotan publik dan legislatif.
Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya, menegaskan bahwa kendaraan tersebut merupakan bagian dari kebutuhan operasional untuk memastikan distribusi program berjalan optimal, khususnya di wilayah dengan keterbatasan akses.
“Kebutuhan sepeda motor itu untuk mendukung pelaksanaan di lapangan, terutama di daerah yang tidak bisa dijangkau kendaraan roda empat,” ujar Sony usai acara refleksi satu tahun MBG di Jakarta, Kamis (16/4).
Menurutnya, tantangan distribusi tidak hanya terjadi di wilayah terpencil, tetapi juga di kawasan perkotaan padat. Ia mencontohkan sejumlah sekolah di daerah perkotaan yang berada di gang sempit, sehingga membutuhkan kendaraan yang lebih fleksibel untuk mobilitas cepat.
“Di kota besar seperti Jakarta pun ada lokasi yang sulit diakses mobil. Dalam situasi tertentu, sepeda motor justru lebih efektif untuk koordinasi dan distribusi,” jelasnya.
BGN menilai penggunaan kendaraan roda dua, khususnya berbasis listrik, menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi distribusi sekaligus mendukung mobilitas tim di lapangan. Hal ini diharapkan mampu mempercepat penyaluran program kepada penerima manfaat.
Terkait isu pengadaan, Sony memastikan bahwa seluruh proses telah dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku dalam sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah. Ia menegaskan, prinsip transparansi dan akuntabilitas tetap menjadi acuan utama.
“Proses pengadaan dilakukan sesuai aturan. Jika ditemukan pelanggaran, tentu itu menjadi ranah penegak hukum,” tegasnya.




