Nikita Mirzani Rugi Besar

Nikita Mirzani. (MataMata.com/Adiyoga Priyambodo)

Kasus hukum yang menjerat Nikita Mirzani masih terus bergulir dan memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan pribadinya. Selama lebih dari satu tahun menjalani penahanan di Rutan Pondok Bambu, ia harus menghadapi konsekuensi besar, baik secara keluarga maupun finansial.

Kondisi tersebut membuat Nikita terpisah dari ketiga anaknya, sekaligus memengaruhi stabilitas ekonomi yang selama ini ditopang dari aktivitasnya di dunia hiburan.

Manajer Nikita, Dhea Hanifa, mengungkapkan bahwa sejumlah kontrak kerja bernilai besar terpaksa dibatalkan akibat situasi hukum yang belum selesai.

“Dampaknya sangat besar. Ada beberapa kontrak jangka panjang yang akhirnya tidak bisa dijalankan dan harus dibatalkan,” ujar Dhea dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, proyek yang terdampak tidak hanya satu sektor, melainkan mencakup berbagai lini pekerjaan yang sebelumnya telah direncanakan.

Salah satu kerja sama yang batal adalah proyek dengan perusahaan digital berbasis kecerdasan buatan, yang sedianya menjadi bagian dari ekspansi karier Nikita.

Selain itu, kontrak di industri hiburan seperti film dan pertunjukan musik off-air juga tidak dapat direalisasikan sepanjang tahun ini.

“Beberapa proyek film dan pekerjaan menyanyi juga terpaksa dihentikan,” tambahnya.

Meski demikian, Dhea memastikan sumber pemasukan Nikita belum sepenuhnya terhenti. Sejumlah lini bisnis yang dimiliki masih berjalan dengan dukungan keluarga dan tim internal.

“Akun media sosial masih aktif karena dikelola tim, dan beberapa usaha tetap berjalan,” jelasnya.

Di sisi lain, proses hukum yang dihadapi Nikita juga memasuki tahap baru. Sidang gugatan perbuatan melawan hukum yang diajukannya kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 15 April 2026.

Dalam persidangan tersebut, Oky Pratama mengungkap adanya kesepakatan kerja sama antara Nikita dan Reza Gladys terkait promosi produk.

Menurut Oky, terdapat nilai kesepakatan mencapai Rp4 miliar dengan sejumlah syarat yang harus dipenuhi.

“Nikita diminta melakukan beberapa hal, termasuk memberikan dukungan terhadap produk tertentu,” ujarnya.

Berita Lainnya

Tutup