RSUD Palmatak Kewalahan Tangani Korban Keracunan MBG

Sebaran korban menunjukkan 74 orang berasal dari Palmatak, sementara 33 lainnya dari Air Asuk. Sisanya berasal dari sejumlah lokasi lain yang juga menerima distribusi program MBG.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepulauan Anambas menjadi sorotan setelah memicu insiden keracunan massal yang menimpa ratusan warga. Peristiwa ini dengan cepat menyebar dan viral di media sosial.

Data sementara mencatat sedikitnya 153 orang terdampak, dengan mayoritas korban merupakan pelajar dari wilayah Palmatak dan Air Asuk, Siantan Tengah.

Sebaran korban menunjukkan 74 orang berasal dari Palmatak, sementara 33 lainnya dari Air Asuk. Sisanya berasal dari sejumlah lokasi lain yang juga menerima distribusi program MBG.

Para korban dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan seperti mual, muntah, pusing, hingga diare setelah mengonsumsi makanan yang disediakan di sekolah.

Lonjakan jumlah pasien membuat fasilitas kesehatan setempat kewalahan. RSUD Palmatak dilaporkan mengalami tekanan kapasitas akibat banyaknya pasien yang datang dalam waktu bersamaan.

Sejumlah tenaga medis harus bekerja ekstra untuk menangani pasien, termasuk memberikan penanganan darurat guna mencegah kondisi korban memburuk.

Menanggapi kejadian tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas langsung mengambil langkah cepat dengan menghentikan sementara distribusi MBG di wilayah terdampak.

“Kami segera menghentikan distribusi makanan dan melakukan pemeriksaan terhadap sampel untuk mengetahui penyebab pasti kejadian ini,” ujar perwakilan Dinas Kesehatan setempat.

Pemeriksaan laboratorium terhadap makanan yang diduga menjadi sumber keracunan saat ini masih berlangsung, termasuk penelusuran rantai distribusi makanan.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Anambas telah menerima laporan awal dan menginstruksikan penanganan darurat secara terpadu lintas instansi.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Penanganan harus dilakukan secara cepat dan menyeluruh,” tegasnya.

Tutup