Terpapar Udara AC Berlebihan Picu Serangan Batuk-batuk
terkenal.co.id – Cuaca panas yang melanda beberapa waktu terakhir telah menjadi sorotan utama di kalangan publik. Kurangnya hujan yang turun dalam beberapa waktu membuat suhu udara semakin meningkat, terutama saat siang hari.
Hal ini menyebabkan masyarakat banyak yang mengandalkan kipas angin atau AC untuk menciptakan suasana yang lebih sejuk. Namun, pertanyaan pun muncul, apakah terlalu sering terpapar kipas angin atau AC dapat memicu masalah kesehatan, seperti paru-paru basah?
Dokter Erlina Burhan, seorang dokter spesialis paru-paru, memberikan penjelasan tentang apa yang dimaksud oleh masyarakat sebagai paru-paru basah. Menurutnya, yang dimaksud bukanlah tuberkulosis, tetapi lebih kepada gejala batuk-batuk akibat alergi atau terpapar udara dingin.
“Untuk Anda yang berlindung di AC atau kipas angin, mungkin penyakitnya bukan tuberkulosis, tapi kalau punya kecenderungan alergi atau udara dingin, itu bisa menimbulkan batuk-batuk,” katanya dalam akun Twiternya Senin (9/10/2023).
Dijelaskan lebih lanjut, terlalu sering menghirup udara kering, seperti yang terjadi ketika menggunakan AC atau kipas angin secara berlebihan, dapat menyebabkan iritasi pada saluran napas. Ini menjadi perhatian khusus bagi penderita asma, karena terpapar udara AC secara berlebihan dapat memicu serangan dan batuk-batuk.
Selain itu, berada dalam ruangan ber-AC terus menerus juga dapat menimbulkan dampak lain pada kesehatan, seperti mudah lelah, sakit kepala, nyeri leher, kulit kering, dan sesak napas akibat produksi lendir yang terus menerus karena iritasi membran.
“Sistem imun menjadi turun karena kurangnya sirkulasi udara segar dalam ruangan, dan seseorang bisa menjadi kurang tahan terhadap udara panas karena terlalu sering menggunakan AC,” tambahnya.
Untuk menghindari dampak buruk dari penggunaan AC yang berlebihan, dr Erlina memberikan beberapa saran praktis. Pertama, pilihlah pakaian yang ringan agar tubuh tetap nyaman. Kedua, hindari beraktivitas di luar ruangan terlalu banyak saat cuaca sangat panas. Ketiga, pastikan Anda cukup banyak mengonsumsi air putih untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.
“Keempat, saat udara masih dingin pada pagi atau malam hari, buka jendela untuk mengalirkan udara segar ke dalam ruangan. Terakhir, kurangi penggunaan barang elektronik atau peralatan rumah tangga yang menghasilkan panas, yang dapat meningkatkan suhu ruangan secara signifikan,” tandasnya.
Sumber: Beritasatu.com




