Panitia Pilkades Diduga Lalai, Warga Simpangan Cikarang Tak Dapat Undangan Pemilih

Ilustrasi undangan pilkades di Cikarang.

Persoalan pemutakhiran data pemilih mencuat menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, yang dijadwalkan berlangsung pada 20 September 2026.

Seorang warga Desa Simpangan, Ardi Priana, memprotes lantaran dirinya menerima undangan pemilih, sementara istrinya yang tercatat sebagai warga desa tersebut tidak memperoleh undangan dari panitia.

Ardi mempertanyakan mekanisme pendataan pemilih yang dilakukan Panitia Pilkades Simpangan. Menurutnya, status kependudukan dirinya dan istrinya jelas sebagai warga Desa Simpangan dan tercatat dalam dokumen administrasi kependudukan.

“Kenapa undangan pemilihan hanya saya seorang, istri saya gak dapat undangan dari panitia Pilkades. Saya ini sudah berkeluarga dan KK serta KTP jelas di Desa Simpangan,” kata Ardi.

Ia menilai persoalan tersebut semestinya dapat segera diklarifikasi oleh panitia, mengingat pemutakhiran data pemilih merupakan bagian penting dalam memastikan warga yang memenuhi persyaratan dapat menggunakan hak pilihnya.

Ardi mengaku telah berkomunikasi dengan Ketua Panitia Pilkades Simpangan, Nasim Surahman, mengenai tidak diterimanya undangan pemilih tersebut. Namun, menurut Ardi, dirinya kemudian diarahkan untuk berkomunikasi dengan Ketua TPS.

“Saya komunikasi sama Ketua Pilkades Simpangan malah dilempar ke Ketua TPS-nya. Seharusnya Ketua Pilkades bisa diselesaikan,” ujarnya.

Ardi juga mengaitkan persoalan tersebut dengan Surat Edaran Nomor 100.3.4.2/SE-43/DPM terkait pelaksanaan pemutakhiran data pemilih. Ia mempertanyakan apakah proses pemutakhiran data di tingkat desa telah dilakukan sesuai ketentuan dalam surat edaran tersebut.

Dugaan kelalaian tersebut saat ini masih berupa keberatan dari warga dan belum dapat disimpulkan sebagai pelanggaran oleh panitia. Untuk memastikan persoalan tersebut, diperlukan penjelasan mengenai data pemilih, proses verifikasi, serta alasan mengapa undangan pemilih tidak diterima oleh salah satu anggota keluarga Ardi.

Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Simpangan, Nasim Surahman, mengatakan pihaknya sedang melakukan konfirmasi kepada Ketua TPS 22 terkait persoalan tersebut.

“Saya sedang konfirmasi dengan Ketua TPS 22,” kata Nasim singkat.

Tutup