Hanura Mulai Panaskan Mesin Politik 2029, Banten Jadi Titik Awal Konsolidasi

Bendera Hanura

Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029. Konsolidasi internal dilakukan melalui Task Force Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hanura yang menyasar struktur partai hingga tingkat daerah.

Provinsi Banten menjadi wilayah pertama yang dikunjungi dalam agenda konsolidasi tersebut. Jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura se-Banten dikumpulkan di Hotel Aryaduta, Tangerang, Sabtu (8/8/2026).

Ketua Task Force Hanura, Patrice Rio Capella, mengatakan konsolidasi tersebut tidak sekadar bertujuan memperkuat struktur organisasi, tetapi juga membangun optimisme kader menghadapi pertarungan politik pada Pemilu 2029.

Menurut Rio, partai perlu mulai mempersiapkan diri sejak jauh hari agar struktur yang telah dibangun mampu diterjemahkan menjadi kerja politik nyata di tengah masyarakat.

“Safari konsolidasi ini bertujuan membangun optimisme kader dalam menghadapi Pemilu 2029, bukan cuma memperkuat struktur organisasi,” ujar Rio.

Ia menilai keberadaan struktur partai dari tingkat pusat hingga ranting belum cukup untuk mendongkrak elektabilitas dan perolehan suara. Setiap pengurus dituntut aktif menjalankan fungsi organisasi sekaligus membangun basis dukungan di wilayah masing-masing.

“Keberadaan struktur partai hingga tingkat ranting harus diikuti dengan kerja nyata. Pengurus tidak cukup hanya pandai berbicara, tanpa menjalankan tugas organisasi,” tegasnya.

Banten dinilai menjadi salah satu wilayah penting dalam strategi konsolidasi tersebut. Rio menyebut wilayah tersebut memiliki sekitar 1.500 ranting Hanura. Dengan asumsi setiap ranting memiliki sekitar 10 pengurus, potensi jaringan kader di tingkat paling bawah mencapai sekitar 15.000 orang.

Menurut Rio, kekuatan struktur hingga tingkat desa dan kelurahan harus dioptimalkan sebagai basis politik untuk mendongkrak suara partai pada Pemilu 2029.

Ia kemudian mengaitkan penguatan jaringan tersebut dengan target Hanura untuk kembali menembus parlemen nasional. Rio menyebut terdapat sekitar 80.000 ranting Hanura di seluruh Indonesia yang dapat menjadi modal politik apabila mampu digerakkan secara efektif.

“Indonesia punya 80.000 ranting. Kalau tembus, kita bisa melewati ambang batas parlemen sebesar 4 persen,” katanya.

Target tersebut menunjukkan bahwa konsolidasi internal Hanura mulai diarahkan pada upaya membangun kekuatan politik dari tingkat akar rumput. Struktur organisasi tidak hanya dituntut lengkap secara administratif, tetapi juga mampu menghasilkan dukungan elektoral.

Dalam agenda konsolidasi di Banten, DPP Hanura juga menyerahkan bantuan operasional kepada jajaran DPD dan DPC Hanura se-Provinsi Banten. Bantuan tersebut diberikan secara simbolis oleh Rio kepada perwakilan pengurus daerah.

Rio mengatakan dukungan operasional tersebut diharapkan dapat membantu pengurus daerah menjalankan roda organisasi sekaligus memperkuat konsolidasi kader di wilayah masing-masing.

“Bantuan ini diberikan sebagai upaya memperkuat struktur organisasi Hanura di daerah, untuk memanaskan mesin politik partai menghadapi Pemilu 2029,” tandasnya.

Konsolidasi di Banten menjadi langkah awal Task Force Hanura sebelum bergerak ke sejumlah daerah strategis lainnya. Agenda tersebut sekaligus menandai dimulainya upaya partai untuk membangun kembali kekuatan politik dari tingkat bawah menjelang kontestasi Pemilu 2029.

Dengan waktu menuju Pemilu 2029 yang masih cukup panjang, Hanura kini memiliki ruang untuk menguji efektivitas konsolidasi, memperkuat jaringan kader, serta mengubah struktur organisasi menjadi kekuatan elektoral yang konkret.

Tutup