Cak Imin Kritik Flexing Pengusaha MBG

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Foto: Ricardo/JPNN.com.

Fenomena pamer kekayaan atau flexing di media sosial yang dilakukan sejumlah pengusaha baru dalam ekosistem program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan pemerintah. Aksi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat jika tidak disikapi secara bijak.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menilai perilaku tersebut muncul dari euforia para pelaku usaha yang mengalami peningkatan ekonomi dalam waktu relatif singkat. Namun, ia mengingatkan bahwa ekspresi rasa syukur tidak seharusnya diwujudkan dalam bentuk yang berlebihan.

“Banyak pengusaha baru tumbuh dari program ini. Karena merasa bahagia, ada yang kemudian mengekspresikannya di media sosial, tapi justru menimbulkan masalah,” ujar Muhaimin di Jakarta Pusat, Kamis (16/4).

Menurutnya, fenomena tersebut tidak lepas dari kesalahpahaman dalam memaknai ajaran agama terkait ungkapan syukur. Ia menyebut, sebagian pihak menafsirkan anjuran untuk menyampaikan nikmat sebagai pembenaran untuk memamerkan kekayaan secara terbuka.

“Ada yang memahami bahwa setiap nikmat harus ditunjukkan. Padahal konteksnya bukan untuk pamer berlebihan, apalagi sampai menimbulkan kesan tidak sensitif,” jelasnya.

Muhaimin menegaskan bahwa rasa syukur seharusnya diwujudkan dalam bentuk yang lebih konstruktif, seperti meningkatkan kualitas usaha, membuka lapangan kerja, serta memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

Ia juga mengingatkan para pelaku usaha agar menjaga etika dalam bermedia sosial, terutama ketika mereka menjadi bagian dari program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat luas.

“Jangan sampai niat baik justru berubah menjadi blunder karena cara penyampaiannya tidak tepat,” tegasnya.

Tutup