Minyak Dunia Turun 10 Persen Lebih

Minyak Bumi. Ilustrasi

Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunda rencana serangan militer terhadap Iran selama lima hari. Keputusan tersebut langsung memicu respons signifikan di pasar energi global.

Mengutip laporan Reuters, Selasa (24/3/2026), harga minyak mentah Brent anjlok 10,9 persen ke level 99,94 dolar AS per barel pada penutupan perdagangan Senin. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga turun 10,3 persen menjadi 88,13 dolar AS per barel.

Penurunan serupa turut terjadi pada harga bensin dan solar berjangka di Amerika Serikat, yang merosot sekitar 10 persen setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi sejak 2022.

Meski harga terkoreksi tajam, volatilitas pasar masih tergolong tinggi. Dalam beberapa pekan terakhir, harga minyak bergerak fluktuatif seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Bahkan, Brent sempat mencapai level tertinggi sejak Juli 2022 sebelum akhirnya terkoreksi.

Dalam pernyataannya, Trump mengungkapkan bahwa dalam 24 jam terakhir telah terjadi komunikasi antara pihak AS dan Iran. Ia menyebut kedua negara memiliki “poin-poin kesepakatan utama” dan optimistis konflik dapat segera mereda.

Namun, klaim tersebut dibantah oleh pemerintah Iran. Teheran menegaskan tidak ada proses negosiasi yang berlangsung dengan Washington. Sebaliknya, Iran mengklaim telah melancarkan serangan baru ke Israel serta sejumlah target lain di kawasan.

Ketegangan semakin meningkat setelah Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) memperingatkan akan menyerang infrastruktur listrik Israel dan fasilitas yang mendukung pangkalan militer AS di wilayah Teluk apabila ancaman dari Washington benar-benar diwujudkan.

Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun ada sinyal deeskalasi, ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga minyak global.

Tutup