Waras Wasisto Dinilai Layak Masuk Bursa Calon Wabup Bekasi
Peta politik Kabupaten Bekasi mulai menghangat. Sejumlah nama dari partai koalisi disebut masuk bursa calon wakil bupati, memberi sinyal bahwa negosiasi antarpartai menjelang kontestasi mulai bergerak.
Figur dari internal PDI Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), hingga Partai Bulan Bintang (PBB) disebut tengah diperbincangkan. Ketua Pemuda Muslimin Indonesia-Bekasi, Khaqim Nurjawahir, menilai PDIP menjadi partai yang paling menarik dicermati dalam dinamika ini.
“Partai berlambang banteng moncong putih ini disebut-sebut memiliki sejumlah kader yang dinilai berpotensi masuk dalam bursa calon wakil bupati. Nama-nama dari jajaran struktural partai, termasuk sekretaris dan bendahara partai, turut menjadi bahan perbincangan. Selain itu, muncul pula nama Jejen Sayuti yang ikut meramaikan dinamika politik tersebut,” papar Khaqim.
Dari deretan nama itu, Khaqim menyoroti sosok Waras Wasisto. Menurutnya, pengalaman politik dan rekam jejak Waras menjadi modal penting jika namanya benar-benar masuk pertimbangan koalisi.
“Pengalaman Waras Wasisto menjadi salah satu aspek yang patut dicermati apabila namanya benar-benar masuk dalam pertimbangan politik koalisi. Dalam kontestasi politik, pengalaman, kemampuan membangun komunikasi lintas partai, serta pemahaman terhadap dinamika pemerintahan menjadi faktor penting yang kerap diperhitungkan dalam menentukan figur pendamping kepala daerah,” jelasnya.
Khaqim menilai masuknya nama Waras membuka ruang diskusi soal peran kader berpengalaman dalam peta politik Bekasi. Ia menegaskan posisi wakil bupati bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari kepemimpinan daerah yang harus mampu menjaga sinergi dengan kepala daerah, partai politik, dan masyarakat.
“Kehadiran nama Waras Wasisto juga membuka ruang diskusi mengenai sejauh mana kader berpengalaman dapat mengambil peran strategis dalam dinamika politik Kabupaten Bekasi. Apalagi, posisi wakil bupati bukan sekadar pelengkap dalam pemerintahan, melainkan bagian penting dari kepemimpinan daerah,” lanjutnya.
Dari PPP, setidaknya dua nama disebut mulai mencuat dalam perbincangan kandidat potensial. Sementara PBB memiliki figur yang turut diperhitungkan, yakni Iin Farihin.
Munculnya nama-nama dari sejumlah partai itu menunjukkan pembicaraan soal figur wakil bupati tidak lagi berkutat pada satu kekuatan politik, tetapi menyentuh dinamika dan kepentingan masing-masing unsur koalisi.
Meski demikian, hingga belum ada pernyataan resmi dari partai-partai terkait, nama-nama tersebut masih berada di ranah spekulasi politik.
Keputusan soal siapa yang diusung akan bergantung pada proses komunikasi, pertimbangan internal partai, serta kesepakatan politik di antara unsur koalisi.



