Usai Debat Perdana Pilkada Kabupaten Bekasi, Pengamat Sebut Semua Paslon Harus Baca Kembali RPJPD
Usai debat perdana Pilkada Kabupaten Bekasi yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bekasi pada Minggu, (3/11/2024). Pengamat Kebijakan Publik mengapresiasi KPU hingga kapada paslon.
Hal itu disampaikan Pengamatan Kebijakan Publik Kabupaten Bekasi, Fathin Robbani, dalam keterangan tertulisnya kepada terkenal.co.id, ia mengatakan apresiasi paslon yang sudah berjibaku pada debat tersebut dalam membangun Bekasi.
“Saya apresiasi seluruh pasangan cabup dan cawabup karena memiliki niat untuk memajukan Bekasi, semua visi-misi bagus. Namun, tidak semua memiliki poin mengenai layanan dasar yang harus dilakukan sesuai dengan UU tentang Pemerintah Daerah,” kata Fathin.
Menurut Fathin, seharusnya para paslon fokus pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045. Kendati demikian, ini yang dibutuhkan seorang pemimpin untuk akselerasi masa depan di Kabupaten Bekasi nanti.
“Para pasangan calon harus kembali membaca Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Bekasi Tahun 2025-2045 agar visi misi nya sesuai,” ujaranya.
“Harus sudah mulai memikirkan program dengan outcome (dampak) yang panjang dan berkelanjutan dan output yang dirasakan oleh masyarakat banyak, sambung dia.
Lebih lanjut, Fathin menyinggung, untuk paslon 01 Dani Ramdan-Romli, harsunya perlu dijelaskan lebih dalam soal pemberian dana Rp 100 jt per rt/rw untuk mengembangkan infrastruktur perlu dibuat alur agar dana ini tidak diselewengkan.
Fathin juga singgung mengenai tenaga kerja, “Pelatihan saja tidak cukup, tapi perlu adanya kepastian penyerapan tenaga kerja lokal, harus berani memastikan jangan sampai kalah dengan orang dalam,” tuturnya.
Tak hanya paslon 01, untuk Paslon 02 BN Holik-Faizal disinggung Fathin terkait visi-misi masih mengambang, belum detail, hanya sebatas dream atau harapan.
“Paslon 02 Perlu menjelaskan bagaimana mewujudkan visi misi lebih detail,” ungkapnya.
“Kemudian untuk paslon 03, sama seperti 02 perlu dijelaskan detail visi misinya, hanya dari sisi aspek lingkungan 03 lumayan,” tukasnya.
Menurut Fathin, diharapkan para seluruh paslon untuk memerhatikan premanisme di Bekasi, serta percaloan yang sejak dahulu susah dihilangkan. Lalu, aspek pengembangan SDM dimulai dari memenuhi layanan dasar.
“Untuk para pemilih, pelajari lagi masing-masing profil paslon, kesesuaian visi-misi dengan kebutuhan dasar di masyarakat, jangan terbuai janji,” kata Fathin.
Diakhir, untuk KPUdan seluruh stakeholder, menyarankan untuk bisa membuat debat dengan metode podcast untuk mengulik semua visi-misi paslon.
“Semua timses atau tim pembuat visi misi, harus melakukan asesmen lebih dalam, bisa juga menggunakan asesmen partisipasi masyarakat, agar bisa merumuskan program yang tepat sesuai kebutuhan dan RPJMD,” pungkasnya.




