Setahun Berjalan, Sekolah Rakyat Diklaim Tunjukkan Hasil Positif

Agus Jabo Widiyanto 

Program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto diklaim mulai menunjukkan hasil positif setelah berjalan selama satu tahun. Kementerian Sosial (Kemensos) menilai program tersebut tidak hanya membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, tetapi juga mulai meningkatkan kualitas hidup para siswanya.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan perubahan terlihat dari kondisi fisik maupun mental para peserta didik. Menurutnya, banyak siswa yang kini lebih percaya diri dan mengalami perkembangan kesehatan yang lebih baik.

“Memang tidak mudah pada awalnya, tapi alhamdulillah selama setahun ini, secara umum program dan pelaksanaan Sekolah Rakyat ini cukup berhasil. Terbukti misalnya, anak-anak ataupun siswa yang tadinya kurang percaya diri menjadi percaya diri. Yang tadinya badannya kurus, menjadi gemuk,” ujar Agus Jabo.

Ia menegaskan Sekolah Rakyat dirancang untuk menjangkau anak-anak yang putus sekolah, belum sekolah, maupun tidak sekolah akibat keterbatasan ekonomi. Karena itu, negara hadir untuk memastikan mereka tetap memperoleh hak atas pendidikan.

“Yang tidak mampu, negara yang harus menyekolahkan. Ini konsep Sekolah Rakyat seperti itu,” katanya.

Selain memberikan pendidikan, pemerintah juga menjalankan program pemberdayaan bagi orang tua siswa agar memiliki penghasilan yang lebih baik sehingga kemiskinan tidak terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Kita memberdayakan orang tua siswa supaya bisa mandiri, mendapatkan penghasilan sendiri dan hidupnya juga sejahtera,” tambah Agus.

Program tersebut juga mendapat dukungan dari Anggota Komisi X DPR RI, Furtasan Ali Yusuf. Menurutnya, Sekolah Rakyat menjadi kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih masa depan yang lebih baik.

“Pasti dukung 100 persen. Karena ini cara Bapak Presiden untuk mendorong anak-anak yang tidak punya mimpi bisa diwujudkan,” ujarnya.

Furtasan juga mendorong agar Sekolah Rakyat ke depan dapat terintegrasi dengan sistem pendidikan nasional sehingga manfaatnya semakin luas.

Senada dengan itu, Konsultan Pendidikan dan Karier Ina Liem menilai konsep Sekolah Rakyat memiliki pendekatan yang tepat karena menyasar persoalan utama yang dihadapi anak-anak dari keluarga miskin, yakni lingkungan rumah yang belum mendukung proses belajar.

“Jadi idenya memang sangat bagus. Karena pendidikan itu dimulai dari rumah. Tapi bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem, kondisi rumah sering kali tidak kondusif untuk pendidikan,” kata Ina.

Menurutnya, sistem sekolah berasrama memberikan kesempatan bagi anak untuk memperoleh pendampingan, pembinaan karakter, dan lingkungan belajar yang lebih terarah.

Menutup keterangannya, Agus Jabo menegaskan Sekolah Rakyat merupakan salah satu strategi pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan.

“Presiden tidak ingin kalau orang tuanya miskin, anaknya ikut miskin. Jadi Sekolah Rakyat inilah jawaban dari negara untuk memutus rantai kemiskinan,” pungkasnya.

Tutup