Dani Ramdan Klaim Harga Sembako di Kabupaten Bekasi Sudah Menurun

Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan pada acara Akselerasi Transformasi UMKM Informal ke Formal yang digelar Kementerian Koperasi dan UKM di Gedung Teater Graha Pariwisata, Kabupaten Bekasi, Rabu (21/9/2022).

Bawang merah saat ini rupanya menjadi salah satu komoditi yang banyak diperbincangkan di kalangan ibu ibu. Pasalnya salah satu bumbu dapur ini harganya kini tengah melayang.

Diketahui, Harga bawang merah terpantau bergerak naik. Bahkan, di beberapa wilayah Indonesia harganya sempat mencapai Rp80.000 per kg.

Panel Harga Badan Pangan mencatat, harga bawang merah pada tanggal 21 April 2024 mencapai Rp69.520 per kg di wilayah DKI Jakarta. Harga tertinggi dilaporkan terjadi di Papua Tengah, mencapai Rp84.980 per kg.

Sementara itu di pasar tradisional Cikarang, Kabupaten Bekasi bawang merah terus mengalami kenaikan dimana saat ini harganya menembus Rp 60.000 per kg.

Rina salah seorang pedagang di pasar tradisional Cikarang mengatakan kalau mahalnya bawang merah dipicu juga oleh pasokan yang berkurang. “Saat ini ketersedian bawang merah memang sedikit, tak heran kalau harganya juga mahal, dan secara pasti kami juga pedagang tidak tahu penyebab langkanya barang merah ini,” kata Rina pada Senin, 22 April 2024.

Rina menjelaskan karena harga bawang yang kian tinggi, orang yang akan membeli bawang merahpun semakin sedikit, kalaupun ada yang membeli paling hanya 1 ons. “Bahkan banyak juga pembeli yang hanya menanyakan harga begitu tahu mahal, ga jadi beli,” imbuhnya.

Kendati demikian, kata Rina, kenaikan harga bawang merah ini sudah terjadi sejak menjelang lebaran dan terus naik pasca lebaran ini.

Heni salah seorang pembeli mengaku naiknya harga bawang merah saat ini membatasi dirinya untuk membeli. “Karena harganya mahal konsumsi bawang merah untuk bumbupun kini dikurangi, kalau biasanya suka beli sampai 1 kg, kini paling hanya 1 ons saja,” ucapnya.

Sementara itu, Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan mengklaim sejumlah harga bahan pokok dan sembako di Kabupaten Bekasi sebagian sudah ada yang mengalami penurunan harga.

“Lebaran harga sembako sudah ada yang mulai turun, walaupun masih di atas awal romadhon. Oleh karena itu upaya-upaya terus kita lakukan untuk menstabilkan harga melalui pendistribusian pasokan kebutuhan masyarakat dan distribusi nya merata,” kata Dani.

Meskipun disisi lain kebutuhan dapur para ibu-ibu seperti bawang yang harganya saat ini tengah melambung tinggi, Pemerintah Kabupaten Bekasi terkini tengah berupaya mencoba menanam komoditi bahan pokok tersebut.

“Kami sekarang mencoba menanam bawang sendiri sudah lebih dari 20 hektar bersama TNI karena kalo mengandalkan pasokan dari luar daerah ya kita akhirnya tidak akan tergantung,” ucap dia.

“Makanya yang kedua, kita kemarin uji coba, sebelum romadhon, ternyata kita bisa menanam bawang dan itu bisa menjadi jurus kita menekan harga bawang yang melambung tinggi,” sambungnya.

Oleh karena itu, Dani meminta masyarakat menyesuaikan kebutuhan dari adanya gejolak harga bahan pokok yang melambung tinggi apalagi tidak hanya di Kabupaten Bekasi termasuk di Indonesia bahkan di seluruh dunia.

Meskipun disamping itu, kata Dani pihaknya akan terus bersama-sama para petani untuk berupaya meningkatkan produksi guna menekan harga bahan pokok agar harganya lebih bijaksana.

“Masyarakat saya kira tentu menyesuaikan dengan gejolak harga ini tidak hanya di Kabupaten Bekasi termasuk di Indonesia dan di seluruh dunia. Termasuk disamping kami dan para petani meningkatkan produksi agar harga lebih bijaksana,” tandasnya.

Tutup