Usai Pawai Ta’aruf MTQ ke-38 Jabar di Cikarang, PHRI Kabupaten Bekasi Sebut Okupansi Naik 82 Persen

Sedikitnya 5.000 peserta Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-38 tingkat Provinsi Jawa Barat 2024 turut memeriahkan pawai perkenalan atau taaruf bertempat di area Central Park Meikarta, Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. FOTO: Istimewa

terkenal.co.id – Baru-baru ini Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-38 tingkat Provinsi Jawa Barat 2024 di Kabupaten Bekasi telah resmi digelar. Hal ini tentunya berdampak dalam pertumbuhan ekonomi terkhusus di sektor Hotel dan Restoran.

Dilihat dari sedikitnya 5.000 peserta turut memeriahkan agenda pawai perkenalan atau taaruf bertempat di area Central Park Meikarta, Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.

“Ini membawa warna baru dan standar baru penyelenggaraan MTQ tingkat provinsi. Dengan jumlah peserta 5.000-an dan mereka juga membawa suporter dari daerah masing-masing,” kata Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan di Cikarang, Minggu, 28 April 2024.

Disingung terkait dampak potensi pertumbuhan ekonomi, Dani Ramdan menjelaskan wisatawan hotel penuh restoran travel omset naik. Dengan omset naik dan belanja naik, tentunya pendapatan masyarakat bertambah.

“Belum di hitung angkanya, tetapi kalo dilihat dari semua hotel penuh restoran, catering banyak order rental juga hampir habis mudah-mudahan ini hampir ada seratus milyar misalkan saja 5000 dikali 8 hari,” katanya.

Ditempat terpisah, Bambang Wakil II Bidang Restoran Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bekasi pihaknya mengatakan adanya event MTQ berdampak secara pertumbuhan ekonomi terhadap Hotel dan Restoran. Kendati demikian, Okupansi sendiri naik hingga 82%.

“Untuk Hotel okupansi di 82%-an. Kalau untuk restoran lumayan berdampak ya mungkin bertahap, saya lihat mereka masih ada pesan nasi kotak dari luar saat ini,” kata Bambang yang juga General Manager Hotel Quest Prime Cikarang By Aston.

“Dampak dari event ini alhamdulilah mengangkat hunian dan perekonomian. Semoga sering-sering Pemkab Bekasi ada seperti ini lagi,” tutupnya.

Tutup