Puluhan Aktivis Jogja Gabung Partai Buruh, Siap Restrukturisasi Kepengurusan DIY

Sejumlah aktivis bergabung Partai Buruh DIY pasca mundurnya kepengurusan sekjen, Sabtu (4/6/2026). (Istimewa)

Puluhan aktivis dari berbagai organisasi buruh, tani, mahasiswa, hingga jaringan masyarakat sipil menyatakan bergabung untuk memperkuat struktur Partai Buruh Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Konsolidasi ini menjadi langkah awal restrukturisasi kepengurusan partai di tingkat daerah setelah terjadi perubahan di jajaran pimpinan wilayah.

Konsolidasi yang digelar di Yogyakarta pada Jumat (4/7/2026) dihadiri langsung oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai Buruh, Damar Panca Mulya, dan Wakil Presiden Partai Buruh, Agus Rusli Ardiansyah, mewakili Komite Eksekutif (Exco) Pusat.

Dalam pertemuan tersebut, Exco Pusat menegaskan bahwa pembentukan kepengurusan baru menjadi prioritas agar Partai Buruh tetap solid menghadapi agenda politik ke depan.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Buruh, Damar Panca Mulya, mengatakan partainya ingin memastikan kepentingan kelas pekerja tetap menjadi perhatian dalam setiap kebijakan pemerintah.

“Kita sebagai kelas pekerja tidak mau menjadi tumbal dari penyelamatan krisis kapitalisme yang semakin akut. Kami berharap pemerintah dapat melahirkan kebijakan ekonomi-politik yang sejalan dengan konsep negara kesejahteraan dan lebih banyak melibatkan organisasi rakyat dalam mewujudkan perlindungan hak dasar warga negara,” ujar Damar.

Ia juga mengingatkan agar berbagai program strategis pemerintah benar-benar memberi manfaat kepada masyarakat dan tidak disalahgunakan.

“Program-program seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, tiga juta rumah rakyat, hingga Sekolah Rakyat harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kecil dan tidak menjadi ladang korupsi,” katanya.

Sementara itu, Wakil Presiden Partai Buruh Agus Rusli Ardiansyah menegaskan unsur Serikat Petani Indonesia (SPI) siap mengambil peran dalam memperkuat struktur kepengurusan Partai Buruh di DIY, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

Menurutnya, pembenahan organisasi merupakan bagian dari dinamika yang biasa terjadi di tubuh partai dan tidak akan mengurangi semangat perjuangan politik bagi buruh maupun petani.

“Kami ingin memenangkan Partai Buruh sebagai alat perjuangan politik kaum tani yang selama ini masih termarjinalkan. Dengan dukungan berbagai organisasi seperti KPBI, KSBSI, KSPI, serta elemen gerakan rakyat lainnya, kami optimistis pembentukan struktur baru Partai Buruh di DIY dapat berjalan lancar,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Ketua Jaringan Nasional Indonesia (JARNAS.INDO) Cabang Yogyakarta, Adnan Pambudi. Ia menyatakan organisasinya siap berpartisipasi dalam restrukturisasi Partai Buruh dengan menyiapkan kader untuk mengisi kepengurusan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Menurut Adnan, JARNAS.INDO memiliki visi yang sejalan dengan perjuangan Partai Buruh, terutama dalam memperjuangkan akses pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

Ia menambahkan, posisi Ketua Exco Partai Buruh DIY masih menunggu keputusan Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, yang disebut sedang menjalin komunikasi dengan sejumlah tokoh di Yogyakarta.

Konsolidasi tersebut turut dihadiri berbagai elemen gerakan rakyat, seperti KPBI, SPI, KSBSI, SPN, JARNAS.INDO, aktivis mahasiswa, hingga seniman jalanan. Mereka menyatakan komitmen untuk memperkuat organisasi Partai Buruh di DIY sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda politik nasional pada Pemilu 2029 dan 2031.

Tutup