Petugas Sensus Ekonomi 2026 Digaji Hingga Rp5 Juta
Badan Pusat Statistik (BPS) mulai menggelar Sensus Ekonomi (SE) 2026 dengan melibatkan puluhan ribu Mitra Statistik di berbagai daerah. Seiring pelaksanaan pendataan tersebut, besaran honor petugas sensus menjadi salah satu informasi yang banyak dicari masyarakat, terutama mahasiswa, lulusan baru, hingga pencari kerja.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan honor petugas Sensus Ekonomi 2026 berada pada kisaran Rp3 juta hingga Rp5 juta per bulan. Besaran tersebut tidak berlaku sama di seluruh Indonesia karena disesuaikan dengan lokasi penugasan, tingkat kesulitan wilayah, serta beban kerja masing-masing petugas.
“Honor petugas berada di kisaran Rp3 juta hingga Rp5 juta per bulan, tergantung wilayah penugasan,” ujar Amalia.
Berdasarkan pola pelaksanaan sensus sebelumnya, besaran honor juga berbeda sesuai jenis tugas yang dijalankan. Mitra pengolahan atau entri data diperkirakan menerima honor sekitar Rp2,8 juta hingga Rp3,5 juta. Sementara petugas pencacah lapangan memperoleh sekitar Rp3,2 juta hingga Rp4,2 juta per bulan.
Untuk petugas pengawas atau Pemeriksa Lapangan (PML), honor diperkirakan berkisar Rp4 juta hingga Rp5 juta per bulan. Adapun koordinator tim (Kortim) berpotensi menerima honor sekitar Rp4,5 juta hingga Rp5,5 juta, tergantung wilayah dan tanggung jawab yang diemban.
Honor tersebut diberikan berdasarkan capaian kinerja selama masa pendataan. Semakin tinggi target pendataan yang berhasil diselesaikan sesuai ketentuan, semakin besar peluang petugas memperoleh honor secara penuh maupun insentif tambahan sesuai kebijakan yang berlaku.
Dalam Sensus Ekonomi 2026, petugas bertugas melakukan pendataan usaha secara door-to-door, mengumpulkan informasi mengenai aktivitas ekonomi, jumlah tenaga kerja, aset usaha, hingga pemanfaatan teknologi digital. Seluruh data dikumpulkan melalui aplikasi digital yang telah disiapkan BPS.
Selain menjadi sumber penghasilan, keterlibatan sebagai petugas sensus juga berperan penting dalam penyediaan data ekonomi nasional. Hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan, perencanaan ekonomi, hingga berbagai program strategis menuju Indonesia Emas 2045.




