Megawati Minta BRIN Perkuat Riset Kelautan

Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Megawati Soekarnoputri. (Istimewa)

Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional sekaligus Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menegaskan pentingnya menjadikan laut sebagai pusat inovasi nasional dan fondasi geopolitik Indonesia di masa depan.

Hal tersebut disampaikan Megawati dalam forum National Policy Dialogue bertajuk Kedaulatan Kelautan Berbasis Kekayaan Hayati Kelautan yang digelar Universitas Gadjah Mada. Menurutnya, Indonesia harus mulai mengubah orientasi pembangunan dengan menempatkan sektor kelautan sebagai kekuatan strategis bangsa.

Megawati menilai kedaulatan maritim tidak hanya berkaitan dengan sumber daya alam, tetapi juga menyangkut posisi geopolitik Indonesia dalam percaturan global. Karena itu, riset dan inovasi dinilai menjadi kunci penting dalam memperkuat daya saing nasional.

“Guna mewujudkan masa depan tersebut, BRIN harus mampu mengintegrasikan riset ke industri, kebijakan publik, dalam satu ekosistem inovasi nasional. Kita membutuhkan orkestrasi pengetahuan yang mampu menjembatani laboratorium dengan industri, kampus dengan pasar, riset dengan kebijakan negara, serta inovasi dengan pembangunan dan rakyat,” tegas Megawati, dikutip Sabtu (23/5/2026).

Ia mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat oseanografi terbesar di Asia Tenggara. Menurutnya, kekayaan laut dan biodiversitas Indonesia harus dimanfaatkan sebagai fondasi pembangunan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan.

Megawati juga menyoroti pentingnya penguatan peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan riset dan inovasi nasional sesuai bidang keunggulan masing-masing.

Universitas Pattimura dan Universitas Cenderawasih, misalnya, diharapkan menjadi pusat pengembangan ilmu kelautan dan riset maritim. Sementara Institut Pertanian Bogor diarahkan menjadi pusat pengembangan kedaulatan pangan nasional.

Megawati juga menyebut Universitas Indonesia memiliki kekuatan di bidang ekonomi dan kedokteran, sedangkan Institut Teknologi Bandung dinilai strategis dalam pengembangan teknologi industri, pertahanan, hingga antariksa.

Di sisi lain, UGM disebut memiliki posisi penting sebagai pusat pengembangan nilai Pancasila, demokrasi, pemerintahan, dan kebudayaan nasional.

Menurut Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu, kekayaan hayati laut Indonesia berpotensi besar dikembangkan menjadi basis industri farmasi, bioteknologi kelautan, energi terbarukan, hingga ekonomi karbon biru.

“Kita memerlukan orkestrasi besar antara negara, perguruan tinggi, peneliti, industri, dan masyarakat, karena pembangunan tidak bisa terpisah berjalan sendiri-sendiri. Pembangunan memerlukan irama, arah, tujuan yang sama yaitu Indonesia yang berdaulat, merdeka, berdikari,” ujarnya.

Megawati berharap forum tersebut dapat menjadi momentum kebangkitan orientasi pembangunan berbasis kelautan. Ia menilai laut harus kembali menjadi pusat peradaban sekaligus kekuatan utama Indonesia dalam menghadapi tantangan global di masa depan.

“Saya percaya dengan ilmu pengetahuan dan inovasi Indonesia mampu mewujudkan cita-cita tersebut. Bung Karno pernah mengatakan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang percaya pada kekuatan bangsanya sendiri. Sekarang saatnya kita membuktikan keyakinan itu,” pungkasnya.

Tutup