Keren! BRI Bantul Salurkan KUR Rp1,25 Triliun untuk 45 Ribu UMKM
BRI Branch Office (BO) Bantul terus memperkuat dukungannya terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga Mei 2026, total KUR yang telah disalurkan mencapai Rp1,25 triliun kepada lebih dari 45 ribu debitur di Kabupaten Bantul.
Pemimpin BRI Cabang Bantul, Eric Ridwan Putra, mengatakan penyaluran KUR tersebut merupakan bagian dari komitmen BRI dalam mendukung program pemerintah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pembiayaan sektor produktif.
Menurutnya, sektor perdagangan masih menjadi penyerap terbesar pembiayaan KUR dengan nilai mencapai Rp624 miliar atau sekitar 52 persen dari total penyaluran hingga Mei 2026. Dominasi sektor tersebut menunjukkan perdagangan masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Bantul.
“Melalui akses pembiayaan yang lebih mudah, pelaku usaha memiliki kesempatan untuk mengembangkan usahanya, meningkatkan kapasitas produksi, membuka lapangan kerja, serta memperkuat daya saing ekonomi daerah,” ujar Eric.
Selain sektor perdagangan, BRI juga melihat potensi besar pada sektor industri dan pertanian di Bantul. Karena itu, pembiayaan terus diarahkan untuk mendorong pertumbuhan sektor-sektor produktif yang berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah.
Eric menegaskan, penyaluran KUR merupakan bentuk dukungan BRI terhadap agenda pembangunan nasional, termasuk memperkuat struktur ekonomi melalui pemberdayaan UMKM, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pemerataan pembangunan.
“Ini merupakan upaya nyata BRI dalam mendukung perekonomian masyarakat Bantul. Kami melihat masih banyak potensi usaha yang dapat dikembangkan, khususnya di sektor industri dan pertanian, sehingga BRI siap menjadi mitra pembiayaan bagi para pelaku usaha,” katanya.
Tak hanya menyediakan akses permodalan, BRI juga memberikan pendampingan usaha, edukasi keuangan, hingga pelatihan bagi para debitur agar mampu mengelola usahanya secara berkelanjutan.
Program pemberdayaan tersebut juga mencakup edukasi digital agar pelaku UMKM mampu memanfaatkan berbagai platform pemasaran daring sehingga usahanya dapat berkembang dan naik kelas.
“Kami berkomitmen mendampingi pelaku UMKM tidak hanya melalui pembiayaan, tetapi juga lewat pelatihan usaha, edukasi keuangan, dan literasi digital agar usaha mereka semakin berkembang dan berdaya saing,” tutup Eric.





