Influencer Pandu Bone Diserbu Warganet Usai Dugaan Endorse UMKM Fiktif di Kabupaten Bekasi

Pandu Bone.

Nama influencer Pandu Bone tengah menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan praktik penipuan berkedok kerja sama promosi dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bekasi. Isu tersebut mencuat setelah sejumlah pihak mengaku telah menggunakan jasanya untuk pembuatan konten promosi, namun hasil kerja sama itu disebut tidak pernah dipublikasikan di media sosial.

Dalam beberapa pengakuan yang beredar di platform Threads, korban menyebut bahwa proses pengambilan gambar di lokasi usaha telah dilakukan. Bahkan, influencer tersebut dikabarkan telah menerima pembayaran atas jasa pembuatan konten. Namun hingga waktu yang dijanjikan, materi promosi yang dimaksud tak kunjung diunggah ke akun media sosialnya.

Sebelum akhirnya memilih tidak memberikan tanggapan lanjutan, Pandu sempat menyampaikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya pada 23 Februari 2026. Dalam pernyataan tersebut, ia mengaku tidak dapat mengunggah konten promosi karena tengah menjalani perawatan di rumah sakit akibat kondisi kesehatan yang menurun.

“Saya awalnya berniat membantu dengan nilai endorse Rp15 juta menjadi Rp1 juta. Kondisi sakit membuat saya tidak bisa mengunggah recognized konten sesuai jadwal,” tulisnya dalam unggahan klarifikasi.

Ia juga mengungkapkan kekecewaan terhadap pihak pemilik UMKM yang dinilai tetap mendesak penyelesaian kerja sama di tengah kondisi kesehatannya.

“Kalau saya dalam kondisi normal tentu wajar diminta tanggung jawab. Namun saat ini saya sedang sakit dan tidak memungkinkan untuk menyelesaikan proses tersebut,” ujarnya.

Meski demikian, pernyataan tersebut justru memicu reaksi negatif dari sejumlah warganet. Beberapa di antaranya mempertanyakan komitmen profesionalitas serta mekanisme pertanggungjawaban atas kerja sama yang telah disepakati sebelumnya.

Hal tersebut diperkuat dengan beragam komentar atas klarifikasi yang sudah diungkap oleh Pandu Bone.

“Amit-amit kak, udah ikhlasin aja, baru followers dikit udah belagu, gak bakal maju dia. Dia sakit kan gak mungkin dirawat sebulan. Itu video udah diambil, dia bisa minta tolong siapa kek jadi editor atau dia edit sendiri emang dia stroke? Lumpuh seluruh badan? Kan enggak. Udah gitu updatenya begini, bukannya ngelurusin minta maaf. Selebgram nanggung kampungan! Semoga kena karmanya!,” ujar akun @dessyfitria21.

Sejumlah akun bahkan mengaku memiliki pengalaman serupa terkait dugaan kerja sama promosi yang tidak terealisasi. Hingga kini, belum ada penjelasan lanjutan dari pihak Pandu Bone terkait tudingan yang berkembang.

“Ngomongin adab tidak punya perikemanusiaan, lah kaga ngaca. Attitude aja jelas gak ada, lebih parah ini mah,” jelasa kun @rfmo.

Kasus ini pun masih menjadi perbincangan di media sosial, terutama menyangkut aspek transparansi dan tanggung jawab dalam praktik promosi digital antara influencer dan pelaku UMKM.

Berita Lainnya

Clara Shinta Gugat Cerai Suami

Muhamad Noer Hikam
0
Clara Shinta Gugat Cerai Suami

Raffi Ahmad Respons Ibunda Jupe

Muhamad Noer Hikam
0
Raffi Ahmad Respons Ibunda Jupe
Tutup