IHSG Terjun Bebas, BEI Sempat Hentikan Perdagangan 30 Menit
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Hingga pukul 10.00 WIB, indeks tercatat turun 10,48% atau kehilangan 614,48 poin ke level 5.249,29. Aksi jual yang meluas turut memangkas kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) hampir Rp1.000 triliun dalam sehari.
Berdasarkan data perdagangan, kapitalisasi pasar BEI menyusut dari sekitar Rp10.275 triliun menjadi Rp9.275,08 triliun. Penurunan tersebut terjadi di tengah kekhawatiran investor setelah penyedia indeks global MSCI Inc. mengumumkan konsultasi publik terkait usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market atau pasar berkembang menjadi Standalone Market.
Mengacu pada data RTI Business, IHSG bergerak pada rentang 5.193,22 hingga 5.404,50. Tekanan jual terlihat dari dominasi saham yang mengalami penurunan. Sebanyak 744 saham melemah, sedangkan hanya 15 saham menguat dan 20 saham lainnya tidak berubah.
Aktivitas perdagangan juga tercatat tinggi. Total volume transaksi mencapai 24,88 miliar saham dengan nilai Rp10,35 triliun dan frekuensi sebanyak 711.645 kali.
Saham unggulan ikut tertekan
Pelemahan IHSG turut dipengaruhi penurunan sejumlah saham berkapitalisasi besar, termasuk saham yang tergabung dalam indeks LQ45. Beberapa saham bahkan mendekati batas penurunan harga yang diizinkan dalam mekanisme perdagangan bursa.
Saham PT Indika Energy Tbk. (INDY) tercatat turun 14,88% ke harga Rp2.060. Berikutnya, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) melemah 14,81% menjadi Rp3.450, sedangkan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) turun 14,81% ke level Rp3.740.
Tekanan pasar tersebut terjadi setelah BEI memberlakukan penghentian sementara perdagangan atau trading halt selama 30 menit pada pukul 08.58 WIB. Kebijakan itu diterapkan setelah IHSG mengalami penurunan hingga 8%, sesuai mekanisme yang berlaku untuk menjaga perdagangan tetap teratur.
Perdagangan kembali dibuka pada pukul 09.28 WIB. Namun, setelah pembukaan kembali, tekanan jual masih berlanjut hingga membuat IHSG mencatat penurunan lebih dari 10% pada pukul 10.00 WIB.
BEI minta klarifikasi kepada MSCI
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan pihaknya menghormati independensi MSCI dalam melakukan penilaian dan menentukan klasifikasi pasar berdasarkan metodologi yang digunakan lembaga tersebut.
Meski demikian, BEI akan meminta penjelasan lebih lanjut mengenai dasar penilaian yang melatarbelakangi pengumuman tersebut.
“Dengan mempertimbangkan berbagai kemajuan dan langkah reformasi yang telah dilakukan, BEI akan meminta klarifikasi lebih lanjut kepada MSCI mengenai dasar pertimbangan dan penilaian yang melatarbelakangi pengumuman tersebut,” ujar Jeffrey dalam pernyataan tertulis.
Pengumuman MSCI menjadi salah satu sentimen yang membayangi pergerakan pasar saham Indonesia. Perubahan klasifikasi pasar dapat menjadi perhatian investor global karena berkaitan dengan penilaian terhadap karakteristik dan aksesibilitas pasar suatu negara.
Meski demikian, perkembangan IHSG juga perlu dilihat berdasarkan dinamika perdagangan secara keseluruhan. Pergerakan selanjutnya akan dipengaruhi respons investor, penjelasan MSCI, serta langkah yang ditempuh otoritas bursa dalam menindaklanjuti persoalan tersebut.
Catatan Redaksi: Informasi ini disajikan untuk tujuan pemberitaan dan bukan merupakan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.



