Cegah Perceraian ASN, Pemprov Jatim Hadirkan Aplikasi Pelita ASN
Fenomena perceraian di kalangan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menjadi perhatian serius. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Timur mencatat sedikitnya 20 hingga 25 ASN mengajukan konsultasi maupun permohonan terkait perceraian.
Melihat kondisi tersebut, BKD Jawa Timur meluncurkan aplikasi Pelita ASN sebagai upaya pencegahan sejak dini terhadap persoalan rumah tangga yang berpotensi memengaruhi kinerja pegawai.
Kepala BKD Jawa Timur, Indah Wahyuni, mengatakan kasus perceraian di kalangan ASN masih ditemukan sehingga diperlukan layanan pendampingan yang dapat diakses secara mudah dan profesional.
“Kasus seperti itu tentu ada. Karena itu kami berupaya agar persoalan tersebut bisa dicegah sejak dini melalui Pelita ASN,” kata Indah, dikutip pada Minggu (5/7/2026).
Aplikasi Pelita ASN merupakan hasil kolaborasi BKD Jawa Timur dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Jawa Timur. Melalui platform tersebut, ASN dapat memperoleh layanan konsultasi keluarga, pendampingan psikologis, hingga edukasi mengenai pengelolaan keuangan.
Selain membantu menyelesaikan persoalan rumah tangga, aplikasi ini juga memberikan pemahaman mengenai bahaya pinjaman online (pinjol) beserta risikonya. Langkah tersebut dilakukan agar ASN tidak terjebak utang yang dapat memicu persoalan ekonomi maupun konflik dalam keluarga.
“ASN perlu mendapatkan pemahaman mengenai pinjaman online, risikonya, hingga bagaimana mengelola keuangan dengan baik agar tidak terjebak utang,” ujarnya.
Menurut Indah, berbagai persoalan pribadi, baik konflik keluarga maupun masalah finansial, dapat berdampak langsung terhadap produktivitas kerja ASN. Karena itu, pemerintah berupaya menghadirkan layanan pendampingan sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan pegawai.
“Kalau ASN memiliki banyak persoalan, tentu akan memengaruhi kinerjanya. Harapan kami, dengan Pelita ASN mereka bisa bekerja lebih tenang dan lebih produktif,” pungkasnya.



