Bank Mandiri Pati Dilempari Telur Busuk

Bank Mandiri didemo.

Puluhan anggota Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) melancarkan aksi protes di depan Kantor Bank Mandiri Cabang Pati, Jawa Tengah, Selasa (15/9/2026). Aksi tersebut merupakan buntut dari pemblokiran rekening milik koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, yang disebut telah membuat dana sekitar Rp80,9 juta tidak dapat diakses.

Aksi dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Massa datang menggunakan mobil komando sambil membawa spanduk dan menyampaikan tuntutan melalui pengeras suara. Mereka meminta pihak bank memberikan kejelasan mengenai alasan rekening tersebut tidak dapat digunakan.

Situasi di lokasi kemudian memanas. Sejumlah peserta aksi membakar ban bekas di sekitar area demonstrasi. Massa juga melakukan aksi pelemparan telur busuk ke arah gedung Bank Mandiri, termasuk pintu kaca utama dan area bilik ATM.

Supriyono disebut turut melempar telur busuk ke bagian depan gedung sebelum aksi serupa diikuti peserta lainnya. Akibatnya, noda telur terlihat di sejumlah bagian depan kantor dan bilik ATM, sementara bau menyengat tercium di sekitar pintu masuk nasabah.

Pemblokiran rekening yang dipersoalkan AMPB disebut telah berlangsung sejak 21 Agustus 2026. Menurut pihak AMPB, rekening tersebut memiliki saldo sekitar Rp80,9 juta yang berasal dari gabungan dana pribadi Supriyono dan donasi masyarakat untuk mendukung kegiatan kelompok tersebut.

Karena akses rekening dihentikan, dana tersebut disebut tidak dapat digunakan oleh pemiliknya. Kondisi itu kemudian mendorong AMPB membawa persoalan tersebut ke ruang publik melalui aksi demonstrasi.

Bagi Supriyono, persoalan tersebut bukan semata-mata berkaitan dengan layanan perbankan. Ia mempertanyakan keputusan pemblokiran yang menurutnya dilakukan tanpa pemberitahuan atau konfirmasi terlebih dahulu kepada pihaknya.

AMPB bahkan menilai pemblokiran tersebut sebagai bentuk pembungkaman terhadap aktivitas masyarakat sipil. Namun, tudingan tersebut merupakan penilaian dari pihak AMPB dan masih memerlukan penjelasan serta klarifikasi dari pihak terkait.

Sementara itu, berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Bank Mandiri disebut menyampaikan bahwa pemblokiran rekening dilakukan atas permintaan aparat penegak hukum. Keterangan tersebut menjadi bagian penting dalam polemik karena alasan pemblokiran berkaitan dengan proses di luar sekadar hubungan antara bank dan nasabah.

Dalam aksi hari pertama, massa AMPB disebut belum melakukan dialog dengan manajemen Bank Mandiri di tingkat cabang. Mereka memilih menyampaikan keberatan dan tuntutan melalui demonstrasi di depan kantor bank.

Supriyono mengatakan aksi tersebut tidak berhenti pada satu hari. AMPB berencana menggelar demonstrasi selama lima hari berturut-turut dan membuka kemungkinan memperpanjang aksi apabila belum memperoleh kejelasan mengenai status rekening yang mereka persoalkan.

Persoalan tersebut kini tidak hanya menyangkut akses terhadap dana sekitar Rp80,9 juta. AMPB mendorong agar proses pemblokiran dijelaskan secara terbuka sehingga masyarakat dapat mengetahui dasar dan mekanisme keputusan tersebut.

Di sisi lain, tindakan pelemparan telur busuk menjadi catatan tersendiri dalam aksi tersebut. Selain menyampaikan tuntutan, massa melakukan tindakan yang berdampak langsung terhadap fasilitas kantor Bank Mandiri Pati.

Polemik rekening Supriyono pun masih bergulir. AMPB menuntut transparansi, sementara adanya informasi bahwa pemblokiran dilakukan atas permintaan aparat penegak hukum membuat persoalan tersebut membutuhkan penjelasan dari pihak-pihak yang berwenang agar tidak berkembang menjadi spekulasi di tengah masyarakat.

Tutup