Alhamdulillah! Berjumlah 1.012 Guru PPPK Kabupaten Bekasi Resmi Dilantik

Ribuan guru SD dan SMP yang dilantik sebagai PPPK Kabupaten Bekasi oleh Pj Bupati Dani Ramdan.

terkenal.co.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi resmi melantik PPPK Guru yang berjumlah 1.012 di lingkungan Pemkab Bekasi, di Plaza Pemkab, Cikarang Pusat, pada Senin, (05/06/2023).

Kepala BKPSDM Kabupaten Bekasi Abdillah Majid mengatakan pelantikan PPPK Guru ini sebelumnya berjumlah 1.020 orang, tetapi 4 meninggal dan 4 orang lainnya tidak memenuhi syarat.

“Jadi PPPK hari ini yang dilantik berjumlah 1.012 orang,” katanya.

Dia mengungkapkan ke depannya PPPK Guru ini akan mendapatkan pembinaan berupa orientasi untuk seluruhnya.

Selain itu Abdillah juga mengatakan Pemkab Bekasi juga di bulan November 2023 ini, rencananya akan kembali mengangkat PPPK guru sebanyak 1.500 orang.

“Sedangkan yang umum, yang teknisnya, berjumlah 245 orang,” ungkapnya.

Sementara, Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan mengatakan kunci keberhasilan meningkatkan kinerja dan kompetensi saat bekerja menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dapat diraih dengan memiliki orientasi kerja, pandai memanajemen keuangan, dan manajemen karir dengan terus meningkatkan kompetensi.

“Pertama, orientasi kerja, harus betul-betul berdasar pengabdian bukan orientasi mencari pendapatan, kekayaan yang berlebih. Kedua, harus memanajemen keuangannya supaya terhindar dari praktik-praktik yang melanggar aturan, ketiga, manajemen karirnya, karena mereka tidak aman,” ungkapnya dia di Cikarang.

PPPK sendiri menurut Dani merupakan paradigma baru dalam penyelenggaraan pemerintahan dengan sistem kontrak kerja.

Berdasarkan hal tersebut, sambungnya, para PPPK ini terus berada dalam uncomfortable zone (zona tidak nyaman) tetapi dengan begitu, mereka akan bisa mengubah dan mendorong etos kerja menjadi lebih baik karena setiap 5 tahun menghadapi evaluasi kerja.

“Saya kira dengan pola kontrak kerja ini, bisa merubah sangat drastis secara radikal etos kerja mereka. Mereka seperti tadi yang saya sebut berada dalam uncomfortable zone, zona tidak nyaman, dan itu bukan hal yang negatif. Orang sukses, orang hebat, itu selalu berada dalam uncomfortable zone, ada istilah kan pelaut ulung dilahirkan dalam lautan yang berbadai,” tuturnya.

Laporan: Fajar CQA

Editor: Ardi Priana

Tutup