Gerakan Penolakan Wakil Bupati Bekasi, HMI mengadu ke Ombudsman RI
BEKASI – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bekasi terus mengawal persoalan kasus Pilwabup Bekas, pihak nya kini mengadu ke Ombudsman RI di Jakarta, kamis (11/11/2021). Mereka juga menyatakan gerakan ini murni dan tidak berafliasi kepada siapa pun.
“Pergerakan kita dari awal jelas menuntut penolakan wakil bupati bekasi, dan langkah-langkah nya sudah kita lakukan yang pertama kita sudah melakukan aksi demontrasi di kemendagri, dan secara resmi pun surat penolakan juga sudah kita layangkan. Kemudian karena banyak sekali aturan-aturan yang ditrobos kita menduga ada konspirasi dan suap menyuap, hal tersebut sudah kita kaporkan ke KPK, hari ini kita ke Ombudsman RI, selaku lembaga otoritas yang bertugas melakukan pengawasan terhadap pelayanan publik, nah hari ini kita melihat bahwa transisi pejabat publik itu dilakukan dengan cara yang salah kita berharap di ombudsman kita mendapatkan keadilan. Kita berharap ombudsman bisa memberikan rekomendasi ke Presiden RI untuk menangani kasus ini secara tegas”kata Refangi, Koordinator Gerakan HMI ini.
Masih kata Refangi, menjelaskan bahwa kedatangan HMI ke Ombudsman RI langsung diterima secara baik.
“Alhamdulillah kita diterima dengan baik, dan kita berdiskusi dan sepakat menemukan titik delik dari kesalahan yang dilakukan oleh kemendagri, pemprov jawa barat dan DPRD Kabupaten Bekasi. Sesuai dengan diskusi kita ombudsmann menyanggupi dalam waktu satu minggu untuk melakukan investigasi dari persoalan yang kita tuntut”bebernya dia.
Ditempat yang sama, Formatur terpilih atau disebut Ketua Umum HMI Cabang Bekasi menegaskan dalam gerakan ini tidak berafiliasi kepada pihak mana pun.
“Kami pastikan, gerakan kami ini adalah kajian HMI Cabang Bekasi. yang dimana memang hasil kajian kita ini, melihat proses pemilihan wakil bupati sudah cacat hukum maka pasca pagelaran (Pilwabup) itu kita sudah bergerak. kritisi kita hari ini juga, ketika melihat adanya keganjalan kok bisa akhirnya? Sudah jelas cacat hukum, kini malah dilantik. Maka kami tegaskan kami tidak berafliasi dengan Tokoh mana pun, organisasi mana pun, seperti itu apalagi Partai Politik. Kami pastikan lagi bahwa gerakan kami adalah murni berangkat dari bentuk sosial kontrol kita kemudian juga akan kita buktikan bahwa kami tidak ditunggangi, dan kami kawal terus proses dari HMI ini menolak terpilihnya wakil bupati. Dan nanti pun kami akan terus bergerak kembali” jelasnya dia.






