SMAN 1 Pontianak dan Sambas Kompak Tolak Final Ulang

SMAN 1 Pontianak dan Sambas.

Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Abraham Liyanto, menyampaikan apresiasinya terhadap sikap dua sekolah di Kalimantan Barat, yakni SMAN 1 Sambas dan SMAN 1 Pontianak, yang sama-sama menolak pelaksanaan final ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalbar 2026.

Menurut Abraham, sikap kedua sekolah tersebut justru mencerminkan nilai-nilai kebangsaan yang selama ini ingin ditanamkan melalui kegiatan LCC Empat Pilar.

“Mengutamakan persatuan, mencari keadilan, menunjukkan toleransi yang tinggi lewat pernyataan-pernyataan mereka yang demokratis, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan,” ujar Abraham, Senin (18/5/2026).

Pernyataan itu muncul setelah muncul polemik terkait keputusan MPR yang berencana menggelar final ulang kompetisi tersebut. Keputusan tersebut sebelumnya memicu respons dari sejumlah pihak, termasuk sekolah peserta.

SMAN 1 Pontianak secara terbuka menyatakan tidak akan ikut dalam final ulang. Pihak sekolah menegaskan keberatan yang disampaikan bukan bertujuan menyerang panitia maupun merusak kredibilitas lembaga penyelenggara.

Sekolah menyebut langkah tersebut dilakukan demi mendorong terciptanya mekanisme perlombaan yang lebih transparan, objektif, dan akuntabel.

“Kami hanya ingin ada klarifikasi dan kepastian terkait mekanisme lomba agar semua berjalan adil,” demikian pernyataan pihak sekolah.

Sementara itu, SMAN 1 Sambas juga mengambil sikap serupa dengan menolak final ulang. Sekolah meyakini para siswanya telah mengikuti kompetisi sesuai aturan yang telah ditetapkan dan disepakati seluruh peserta sejak awal.

Polemik final ulang LCC Empat Pilar ini sebelumnya ramai menjadi perhatian publik di Kalimantan Barat. Sejumlah pihak menilai keputusan tersebut berpotensi menimbulkan polemik baru jika tidak disertai penjelasan yang jelas dan terbuka.

Di tengah situasi itu, Abraham Liyanto menilai respons kedua sekolah justru menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi dan menyampaikan pendapat secara elegan.

Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan komunikasi yang baik tanpa menghilangkan semangat kompetisi sehat di kalangan pelajar.

Menurut Abraham, tujuan utama LCC Empat Pilar bukan semata mencari pemenang, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang memahami nilai persatuan, demokrasi, dan keadilan.

“Yang paling penting adalah bagaimana nilai-nilai kebangsaan itu benar-benar hidup dalam sikap dan tindakan para peserta,” pungkasnya.

Tutup