Vicky Shu Mengaku Diteror

Vicky Shu

Penyanyi Vicky Shu membagikan pengalaman tidak menyenangkan setelah mengaku menjadi korban dugaan penyalahgunaan data pribadi oleh perusahaan pinjaman online (pinjol). Ia mengaku mendapat tagihan dari pihak penagih utang, meski merasa tidak pernah mengajukan pinjaman melalui aplikasi apa pun.

Pengalaman tersebut diceritakan Vicky melalui unggahan di akun Threads miliknya. Ia mengungkapkan bahwa perusahaan yang menagihnya bahkan menggunakan aplikasi yang menurutnya tidak tersedia di Play Store maupun App Store.

“Saya tiba-tiba ditagih oleh perusahaan pinjol yang mana saya tidak pernah mengajukan pinjaman. Bahkan aplikasi pinjol itu tidak ada di Play Store dan App Store,” ungkap Vicky Shu.

Persoalan itu tidak berhenti pada tagihan yang diterimanya. Vicky menyebut pihak penagih juga diduga melakukan intimidasi, melontarkan penghinaan, hingga mengancam menyebarkan data pribadinya apabila pinjaman yang ditagihkan tidak dibayar.

Vicky menilai kejadian tersebut bukan sekadar persoalan penagihan utang, melainkan juga menyangkut keamanan data pribadi dan perlindungan masyarakat dari praktik penagihan yang merugikan.

“Ini bukan sekadar persoalan utang tapi soal keamanan data dan perlindungan masyarakat. Sampai kapan praktik seperti ini dibiarkan?” jelasnya.

Unggahan penyanyi berusia 39 tahun itu kemudian mendapat perhatian warganet. Curhatannya tercatat meraih sekitar 97.000 penayangan dan lebih dari 2.000 tanda suka.

Sejumlah pengguna media sosial turut membagikan pengalaman serupa. Mereka mengaku pernah menerima tagihan atau ancaman dari penagih utang meski merasa tidak pernah mengajukan pinjaman online.

Seorang warganet mengaku mendapat ancaman penyebaran data pribadi hingga intimidasi yang ditujukan untuk mempermalukannya apabila tidak membayar tagihan.

Warganet lainnya menyarankan agar kasus tersebut dilaporkan kepada pihak kepolisian. Ada pula pengguna yang mengaku pernah mengalami penyalahgunaan data identitas dan memilih melapor setelah mengetahui informasi pribadinya diduga digunakan tanpa izin.

Pengalaman yang dibagikan Vicky Shu kembali menyoroti persoalan perlindungan data pribadi dalam layanan pinjaman online. Dugaan penyalahgunaan identitas dan ancaman dalam proses penagihan menjadi hal yang perlu ditangani secara serius agar masyarakat tidak dirugikan.

Meski demikian, dugaan penyalahgunaan data dalam kasus yang dialami Vicky masih perlu ditelusuri lebih lanjut untuk memastikan asal-usul data, pihak yang bertanggung jawab, serta legalitas perusahaan yang melakukan penagihan.

Berita Lainnya

Tutup